SHANGHAI - Pihak berwenang Shanghai, China terkejut setelah mengetahui beredarnya buah jeruk yang dicat dengan bahan berbahaya. Jeruk tersebut dicat dengan zat yang berbahan lilin dan diketahui sangat berbahaya untuk kesehatan.
Pemerintah Shanghai telah memerintahkan uji coba terhadap jeruk itu, setelah beberapa konsumen mengeluhkan kulit jeruk itu berubah menjadi merah jika disentuh. Kebanyakan jeruk itu dijual di pasar-pasar tradisional setempat.
"Tisu berubah merah jika diseka dikulit jeruk dan tangan pun berubah merah, saat jeruk itu dipegang," ungkap seorang pembeli bernama Hu, seperti dikutip the Oriental Morning Post, Jumat (10/12/2010).
Menurut keterangan beberapa pedagang di pasar tradisional mengakui, beberapa buah jeruk itu memang sudah dicat dengan bahan seperti lilin. Ini dilakukan agar jeruk itu tampak lebih segar dan dapat dijual dengan harga tinggi.
Pihak berwenang Shanghai pun memerintahkan pada penjual untuk menarik penjual buah jeruk itu. Pemerintah setempat pun terus melakukan tes atas kasus ini.
Masih belum jelas apakah jeruk tersebut dicat oleh para penjual buah di kota itu, atau justru dicat dari pemasok jeruk dari Provinsi Jiangxi.
Bahan cat berbahan lilin ini dapat merusak ingatan orang, serta sistem kekebalan tubuh. Selain itu, bahan cat tersebut dapat menyebabkan masalah pada pernafasan.
(Fajar Nugraha)