JAKARTA - Klaim seorang warga negara Malaysia dalam sebuah forum, yang menyebutkan Pulau Sumatera seharusnya menjadi bagian dari negaranya, lebih baik tak usah ditanggapi.
"Kalau itu masalahnya tidak usah ditanggapi lah," ujar Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan kepada wartawan usai deklarasi Gerakan Rakyat Antimafia Hukum (Geram) di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (27/1/2011).
Kalau kita berbicara masa lalu, kata Anies, mau berapa lama menarik ke belakangnya.
"Kita tarik 50 tahun, petanya sudah beda. Tarik lagi 100 tahun, petanya beda lagi. Tarik lagi 500 tahun, petanya beda lagi," ucapnya.
"Jadi nasihat saya kepada Malaysia, jangan lihat ke belakang," tegasnya.
Dalam sebuah forum Malaysia, salah seorang member yang beridentitas akun Mohd Am memposting salah satu tulisan yang menyebutkan kalau Pulau Sumatera seharusnya milik Malaysia. Dalam postingannya disebutkan, berdasarkan sejarah zaman Belanda, pulau Indonesia itu seharusnya menjadi bagian dari negara Malaysia.
"Kerajaan Johor berjaya mengembangkan ekonominya dan menjadi kuasa politik terpenting sesuai dengan lokasinya di laluan perdagangan timur-barat. Di zaman kegemilangan Johor, negeri ini pernah menjadi sebuah empayar besar yang mana kekuasaannya mewarisi sebahagian jajahan takluk Melaka. Empayar Johor termasuklah sampai ke Terengganu di semenanjung, kepulauan Riau-Lingga dan sebahagian pantai timur Sumatera," tulis postingan tersebut.
Mohd Am kemudian membeberkan sejarah mengenai kerajaan Johor, yang sekarang menjadi nama salah satu kota di Malaysia, sebagai kerajaan besar yang kekuasaanya mulai dari Sungai Muar, Singapura, hingga ke Kepulauan Riau, dan sebagian pantai timur Sumatera.
"Berdasarkan fakta historik ini adalah jelas bahwa Riau-Lingga dan sebahagian besar Sumatera itu adalah Jajahan Johor.. iaitu Malaysia sekarang..," klaimnya.
Menilik dari sejarah itu pula, daerah sebagian Sumatera dan Kepulauan Riau seharusnya menjadi milik Malaysia. Namun pada saat perjanjian antara Inggris dan Belanda, dua negara yang pernah menjajah Indonesia dan Malaysia justru menghilangkan batasan kawasan tersebut.
"Jadi sumatera itu harus balik kepada asalnya iaitu termasuk dalam provinsi Johor Malaysia, tetapi penjanjian inggeris-belanda telah memecahkan kawasan jajahan Johor iaitu Riau-Lingga dan sebahagian besar Sumatera," tutup postingan tersebut.
(Hariyanto Kurniawan)