Peringatan Pattimura di Bali Tanpa Cakalele

Rohmat, Jurnalis
Minggu 29 Mei 2011 20:38 WIB
Pattimura (Foto: yapiza.wordpress.com)
Share :

KUTA - Perayaan perjuangan Thomas Mattulesy atau dikenal Kapitan Pattimura asal Maluku yang digelar di Bali tanpa dimeriahkan tarian Cakalele.
 
Bertempat di Pantai Kuta, perayaan perjuangan Pattimura ke-194 itu, diikuti ribuan warga Bali asal Maluku. Turut hadir Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.
 
Layaknya peringatan Hari Pahlawan Pattimura, diisi prosesi ritual seperti tari-tarian khas untuk mengobarkan heroisme perjuangan dari tanah Ambon Manise itu.
 
Hanya saja, yang membedakan peringatan Pattimura di Bali dengan daerah lainnya adalah tidak digelarnya tarian monumental asal Maluku yakni Cakalele.
 
"Sebenarnya kami usulkan tarian cakalele untuk peringatan kali, namun dari berbagai pertimbangan maka tarian itu diganti tari Tifa," ujar Wakil Ketua Panitia Dedy Mozes ditemui di Kuta, Minggu (29/05/2011).
 
Dia menjelaskan, sebelumnya pihak kepolisian meminta agar tarian Cakalele dipertimbangkan kembali untuk ditampilkan dalam peringatan di Bali.
 
"Kami sepakat tidak menampilkan tarian Cakakele setelah para tokoh masyarakat Bali asal Maluku, menyetujuinya," imbuh Dedy dalam peringatan yang digelar Ikatan Keluarga Muluku (IKEMAL) Maluku.
 
Meski tidak bisa menampilkan Cakelele, namun peringatan Hari Pattimura yang terjadi 16 mei 1917 saat melawan Belanda, berlangsung semarak.
 
Dedy mengakui, sebenarnya selama ini tarian Cakelele tak bisa dilepaskan dari prosesi peringatan pahlawan asal bumi Saparua itu. Biasanya, Cakalele digelar saat peringatan seperti ini seperti di Jakarta dan tempat lainnya.
 
"Karena peringatannya di Kuta Bali, Kami prinsipnya hanya diminta untuk menjaga keamanan," imbuhnya.
 
Meski peringatan tanpa tarian Cakelel, namun hal itu tidak mengurangi makna perayaan Pattimura sekaligus HUT IKEMAL ke-40.
 
Sebagai bentuk penghormatan, warga IKEMAL menghadiahi baju baniang kepada Gubernur Pastika, sekaligus menjadikannya sebagai pelindung organisasi yang beranggotakan sekira 1200 KK itu.

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya