JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM menerima kunjungan kerja dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Dalam pertemuan tersebut disepakati hal-hal terkait adanya peredaran narkoba di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan.
Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengatakan, Kemenkum HAM dan BNN mempunyai visi yang sama untuk kepentingan bangsa, tinggal bagaimana cara memadukannya saja.
"Pemerintah itu satu tidak ada masalah. Kalau di lapangan ada masalah bisa dibicarakan dengan baik-baik," ujar Patrialis menyinggung kerusuhan yang terjadi di Lapas Kerobokan Bali di Kantor Kemenkum HAM, Jakarta, Selasa (27/6/2011).
Pada saat yang sama, Kalakhar BNN Gories Merre mengatakan, bersama dengan Menkumhan dan Dirjenpas, BNN mencari cara yang tepat untuk membatasi peredaran narkoba.
"Karena memang jaringan sindikat narkoba dunia yang global itu berkeliaran di segala tempat termasuk regional bahkan nasional," tegasnya.
Untuk menjangkau para pelaku narkoba khususnya para tersangka yang dicurigai sebagai master mind yang bisa berpindah-pindah tempat, Gories sudah sepakat untuk bekerjasama dengan Kemenkum HAM.
"Sebenarnya tidak ada maslah selama ini. Hanya saja kemarin ada satu kejadian harus segera dicarikan solusinya kedepan. Di manapun mereka berada, para tersangka narkoba khususnya para pengantur dan pengendali ini harus kita sentuh dan dibawa ke meja hijau," terangnya semangat.
(TB Ardi Januar)