GARUT - Rani Permata, istri Wakil Bupati Kabupaten Garut Dicky Chandra, mengakui alasan mundur suaminya karena perbedaan prinsip. Menurut Rani, perbedaan prinsip telah terjadi sejak lama.
“Alasannya beda prinsip. Ibarat suami istri, sang istri sudah sering mengingatkan suami, tapi tidak pernah digubris. Makanya akhir-akhir ini terkesan seperti sudah pisah ranjang, kemudian mediasi. Setelah semua langkah diambil tapi tidak membuahkan hasil, akhirnya ‘cerai’ menjadi satu-satunya jalan,” ungkap Rani, Rabu (7/9/2011).
Ditambahkan Rani, ketidaksinergisan dengan Aceng berakibat fatal pada setiap kebijakan yang akan diambil dalam membangun Kabupaten Garut. Karena itu, lanjut dia, jalan mundur adalah alasan yang tepat.
“Suami saya bilang, biar dia (Dicky Chandra) yang mengalah. Saya melihat, selama ini suami saya dianggap seperti penghalang. Kami, khususnya suami saya, tidak memiliki niat buruk terhadap Garut. Kami hanya ingin Garut maju dan berubah,” pungkasnya.
Dicky menyerahkan surat pengunduran diri ke DPRD Garut pada Senin 5 September lalu. Dewan belum memutuskan apakah akan menerima atau menolak pengnudran diri eks-komedian itu. Rencananya pimpinan DPRD akan akan memanggil Dicky dalam waktu dekat.
(Anton Suhartono)