Mind Map, Belajar Sambil Lestarikan Lingkungan

Margaret Puspitarini, Jurnalis
Kamis 22 September 2011 13:33 WIB
Ilustrasi : ist.
Share :

JAKARTA - Mind Map adalah sebuah metode belajar yang marak digalakkan di kalangan para pelajar karena memiliki banyak manfaat tersendiri bagi para pelajar yang mengadopsi metode tersebut.

Melihat hal tersebut, Universitas Bina Nusantara (Binus) mengadakan kegiatan berupa pengenalan teknik mind map ke sejumlah 30 SD dan komunitas yang berada di sekitar kampus tanpa dikenakan biaya alias gratis.

Pada kesempatan ini, hadir Tony Buzan, seorang ahli pengembangan potensi manusia yang tengah berkunjung ke Indonesia dalam rangka menyosialisasikan gerakan mental literacy dengan topik utama Global Mental Literacy and Making It Work In Indonesia.

"Merupakan suatu kebanggaan seorang Tony Buzan berkenan hadir dan memilih Binus untuk mengkampanyekan geraan The Mind Map Tree Planting Project," ujar Community Development Center Manager Binus, Maria Intan Setiadi seperti dikutip dari siaran pers yang diterima okezone, Kamis (22/9/2011).

Program tersebut, lanjut Maria, tercetus dari pemikiran pria berkebangsaan Inggris itu yang menghubungkan bagaimana pola pikir otak manusia dikaitkan dengan alam kemudian diimplementasikan dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Sejumlah rangkaian kegiatan dalam program ini di antaranya adalah The Mind Map Tree Planting Project dan Evening Talk: Brain vs Technology Entering The Age of Intlligence Succesfully. Pada kegiatan ini dilakukan penanaman pohon oleh Tony Buzan; CEO Binus, Bernard Gunawan; Rektor Binus, Harjanto Prabowo, perwakilan dekan, serta perwakilan mahasiswa Binus.

Dalam setiap kunjungan yang dilakukan Buzan, dia akan selalu melakukan gerakan penanaman pohon. Hal ini dilakukan karena dia menganggap adanya kesamaan antara mind map dan pohon.

"Pohon itu alami, sesuai dengan pemikiran manusia yang alami. Mind map dan pohon juga hampir serupa dengan mind map karena memiliki cabang dan ranting," ujarnya.

Penggunaan teknik mind map dianggap dapat mengurangi penggunaan kertas untuk bekerja dan lebih memaksimalkan kerja otak seseorang. Maka, metode ini pun lantas dianggap turut melestarikan lingkungan, terutama pohon.

Terakhir, Maria berharap, kunjungan Buzan akan memberikan inspirasi bagi segenap warga Binus. "Semoga Binus dan komunitasnya bisa merealisasikan pemikiran dan metode tersebut serta dapat terinspirasi dengan kehadiran beliau," katanya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya