Pasangan ini Menikah di Sumur Goa Sedalam 60 Meter

Markus Yuwono, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2011 20:04 WIB
Pernikahan di Luweng Jomblang, Gunungkidul. (Dok: Sindo Radio)
Share :

GUNUNGKIDUL - Berbagai cara unik dilakukan pasangan kekasih untuk melangsungkan prosesi pernikahan. Di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, sepasang kekasih menikah di dalam luweng, semacam sumur di dalam goa, dengan kedalaman 60 meter.

Pernikahan unik ini dilakoni Ari Wibowo Saputra dengan Lea Julianta di Luweng Jomblang, Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, pada Minggu kemarin.

Pasangan ini berani mengambil risiko menuruni tebing curam sedalam 60 meter menggunakan peralatan panjat tebing lengkap dengan busana pengantin. Lea yang menggunakan busana gaun berwarna putih tampak tegang saat akan menuruni tebing.

Proesei dilakukan sekira 30 menit di dalam luweng yang biasa digunakan mahasiswa pecinta alam untuk berlatih panjat tebing ini. “Ya sempat tegang, tapi senang,” kata Lea.

Ari mengaku, luweng Jomblang merupakan tempat latihan pertamanya saat menjadi anggota pencinta alam. Dia sengaja menggelar pernikahan di dalam luweng dengan tujuan melestarikan lingkungan.

“Saya sudah lama ingin menikah di dalam luweng, ternyata teman-teman sudah menyediakannya. Semoga ini menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pecinta alam dalam berkarya dan melestarikan lingkungan,” terang warga Sleman ini.

Di dalam luweng, keduanya mengikrarkan janji yang kedua ala mapala karena sebelumnya keduanya melakukan pemberkatan pernikahan di gereja Yogyakarta.

Pernikahan unik ini menarik perhatian ratusan masyarakat sekitar yang sebagian besar merupakan petani. “Umurku sudah setua ini baru kali ini melihat ada orang nikah masuk luweng. Di desa-desa pengantin baru biasanya malah tidak boleh kemana-mana sebelum tujuh hari,” ujar Paimo, warga sekitar yang ikut tegang menyaksikan pengantin dikerek ke atas dari dasar jurang.

Selain luweng Jomblang salah satu luweng yang cukup fenomenal di Pacarejo adalah Grubog. Konon, luweng tersebut pernah dijadikan sebagai tempat pembuangan korban yang dituduh sebagai anggota PKI pada 1960-an.

Kawasan Pacarejo Semanu dikenal dengan banyak luweng. Luweng Jomblang sendiri dikenal memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan minat khusus. Sejumlah mahasiswa pencinta alam di berbagai daerah di Indonesia juga kerap menggelar caving (penelusuran goa) di kawasan ini. Luweng Jomblang berjarak sekira 10 kilometer dari pusat kota Wonosari.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya