SURABAYA - Sebagai bentuk penghormatan terhadap Pahlawan, tanggal 10 November diusulkan untuk menjadi hari libur nasional. Selain itu, juga akan dibangun monumen patung dan taman bung Tomo di depan Meseum Pers di Jalan Tunjungan Surabaya.
Zainal Karim, keponakan Bung Tomo mengatakan, wacana tanggal 10 November sebagai hari libur nasional ini sudah diusulkan. Hal itu mengingat, Surabaya sebagai kota yang menjadi tonggak di perjuangan 10 November 1945 lalu.
"Usulan itu akan disampaikan ke Presiden. Minimal tanggal itu menjadi libur regional," kata Zainal usai Rapat Kordinasi (Rakor) Festival Kota Pahlawan 2011, di Hotel Tunjungan, Surabaya, Kamis (27/10/2011).
Di tingkat regional adalah di propinsi Jawa Timur. Untuk nasional yang berhak mengeluarkan keputusan adalah Presiden kemudian Regional yang mengeluarkan Gubernur dan Lokal yang mengeluarkan Walikota.
Pria yang juga sebagai Kordinator Lembaga Pengkajian Kota Pahlawan (LPKP) menyebut, peristiwa 10 November itu merupakan tonggak dari beberapa pertempuran di Indonesia dengan semangat mengusir penjajah.
"Jika usulan itu disetujui tinggal bagaimana mengisi waktu selama libur satu hari itu dengan kegiatan-kegiatan yang mencerminkan kepahlawanan," tandasnya.
Tapi mengingat Surabaya sebagai miniatur Indonesia pada waktu itu. Seharusnya jangan ditingkat regional melainkan Nasional. Sebab, kota Pahlawan tidak hanya milik warga Surabaya saja melainkan seluruh Indonesia. Terbukti, ketika perjuangan heroik pada hari itu beberapa utusan dari penjuru nusantara juga ikut berjuang di Surabaya.
"Bahkan ketika Resolusi Jihad Nahdliyyin, banyak kiai yang mengirimkan santrinya untuk jihad di Kota Surabaya," kata Zainal.
Selain itu, agenda pembangunan monumen nasional Bung tomo. Monumen itu akan diseleseikan secara terdapat. Sedangkan dalam waktu dekat akan dilakukan peletakkan batu pertama. "Rencananya pada tanggal 9 November akan dilakukan peletakkan batu pertama pembangunan monumen itu," tukasnya.
(Muhammad Saifullah )