JAKARTA - Demi membeli susu untuk anaknya, seorang ibu muda, Titin (25), nekat mencuri dua unit smartphone BlackBerry milik seorang penumpang wanita di atas bus TransJakarta.
"Saya mengambil HP, cuma buat beli susu anak saya yang masih berusia satu bulan setengah," ujar Titin kepada wartawan, di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (23/12/2011).
Titin mengaku dirinya nekat mencopet ponsel milik Rahmi Amelia (20), setelah tidak mendapatkan pinjaman uang dari temannya. "Saya dari rumah teman di Kampung Rambutan buat pinjam uang, namun tidak diberikan, akhirnya saya nekat mencuri," terangnya.
Menurut warga Kosambi, Tanggerang ini, dirinya baru pertama kali ini mencopet karena terdesak kebutuhan untuk membeli susu. "Saya khilaf mas," ujarnya lirih.
Korban, Rahmi Amelia menuturkan, kejadian bermula ketika dia bersama temannya ingin pergi ke Blok M. Amel naik bus TransJakarta dari Shelter Penas, kemudian transit di Cawang UKI untuk berganti bus TransJakarta ke arah Semanggi. "Ketemu pelaku di shelter UKI Cawang," ungkapnya.
Saat perjalanan menuju shelter BNN, keadaan bus penuh sesak, karena takut tas nya rusak ia memindahkannya ke bagian depan. Namun Amel terkejut karena tasnya sudah terbuka. "Pelaku kemudian bilang, kalau tadi ada penumpang pria yang mencoba merogoh tasnya, ia bilang nanti saja periksa tas setelah duduk," imbuhnya.
Setelah mendapatkan tempat duduk, Amel memeriksa ponsel BlackBerry tipe Javelin dan Gemini yang ternyata sudah tidak ada. Tiba-tiba saja, Titin memberitahukan kalau kedua ponselnya sudah berada di tangannya. "HP saya dililit dalam sweater oleh pelaku, yang katanya diamankan dari pencopet," pungkasnya.
Karena takut ketahuan mencuri, Titin kemudian turun dari bus TransJakarta saat berhenti di shelter BNN. Namun, Titin tertangkap petugas penjaga shelter. "Ia awalnya mengaku tidak mengambil HP, namun saat didesak ia pun mengakuinya," jelas Amel.
Atas tindakannya tersebut, Titin kemudian dibawa ke Mapolsek Jatinegara, yang kemudian diserahkan ke Polsek Kramatjati untuk diproses.
(Muhammad Saifullah )