Cukup Kejamkah Kim Jong-Un?

Fajar Nugraha, Jurnalis
Kamis 29 Desember 2011 16:22 WIB
Kim Jong-Un beri penghormatan pada sang ayah (Foto: Reuters)
Share :

PYONGYANG - Dua hari sudah prosesi pemakaman terhadap Kim Jong-Il berlangsung. Kini tinggal menunggu peresmian dari pengganti Kim Jong-Il yakni putranya Kim Jong-Un. 

Banyak pihak menilai Kim Jong-Un yang akan naik menggantikan Kim, tetapi apakah cukup kejam untuk memimpin Korea Utara (Korut)?

Di bawah cuaca dingin yang mencapai minus 10 derajat celsius, ratusan ribu rakyat Korut berkumpul untuk menunjukan rasa kehilangan mereka. Jelas tersirat bagaimana Kim Jong-Il memang dipuja, meskipun di dunia internasional dirinya dianggap berbahaya.

Seorang peneliti Korea Utara di Institut Ekonomi Rusia Gyorgy Toloraya yang sempat bertemu dengan Kim Jong-Il pertama kali tahun 2000 lalu, menilai pemimpin yang wafat 17 Desember lalu sebagai sosok yang sigap dan cekatan. Jong-Il bahkan disebut memiliki daya ingat yang kuat.

"Satu pengecualian mungkin minimnya minat dirinya (Kim Jong-Il) pada ekonomi moderen. Baginya ekonomi hanyalah alat dari barat untuk memeras keuntungan dari negara lain, khususnya negara miskin," ujar Toloraya seperti dikutip Reuters, Kamis (29/12/2011).

Menurut Toloraya, Kim Jong-Il juga dianggap sangat kejam. "Para peneliti Korut tidak menduga bahwa pemerintahan Kim melakukan serangkaian serangan kepada Korea Selatan (Korsel) pada 2010 lalu, yang menewaskan banyak warga sipil dan angkatan laut Korsel," imbuhnya.

Tentunya hal ini juga menjadi tolak ukur bagi Kim Jong-Un yang akan menggantikan posisi ayahnya. 
"Pertanyaan saat ini adalah, apakah Kim Jong-Un cukup kejam dan licik?. Dua kualitas ini dimiliki ayahnya dan kakeknya Kim Il-Sung. Dengan dua karakter tersebut, hirarki kekuasaan keluarga Kim mampu bertahan di Korut," ujar peneliti Universitas Tufts Sung-Yoon Lee.

Wajar banyak mencari tahu apakah Jong-Un sekejam ayahnya. Kim Jong-Il selama ini dikenal sebagai sosok diktator yang menyengsarakan rakyatnya. Bahkan di saat rakyat Korut kelaparan akibat banjir yang melanda, Jong-Il dikabarkan justru berfoya-foya dengan membeli mobil baru.

Tidak kurang pula pihak barat menuduh Kim Jong-Il bertanggungjawab atas ratusan ribu warga Korut yang tewas akibat kelaparan dan penyiksaan. Hal inilah yang menjadi tolak ukur Korut disaat Kim Jong-Un naik ke kursi pemerintahan nantinya.

Penerimaan terhadap Jong-Un sebenarnya sudah diperlihatkan pada prosesi pemakaman hari ini. Pria berusia 27 tahun itu dideklarasikan sebagai pemimpin utama dari Partai Pekerja Korut, Militer, dan rakyat Korea Utara. 

Ketua Presidium Majelis Rakyat Korut Kim Yong Nam menyebutkan, bahwa Kim Jong-Un adalah pemimpin tertinggi partai dan militer yang mewarisi ideologi Kim Jong-Il. Selain itu, Jong-Un juga mewarisi karakter dan tujuan revolusi Korut.

Kim Jong-Il yang memimpin Korut selama lebih dari 17 tahun, wafat akibat serangan jantung pada 17 Desember lalu di usia 69 tahun. Dirinya wafat di kereta miliknya saat dalam perjalanan. Meski wafat pada 17 Desember, pengumuman kematian Kim baru dilakukan pada Senin 19 Desember.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya