Gerakan 10 Ribu Sandal Jepit untuk AAL di Solo Meluas

Genta Wahyu, Jurnalis
Jum'at 30 Desember 2011 15:54 WIB
Gerakan 10 ribu sandal jepit (Foto: Genta W/okezone)
Share :

SOLO - Baru sehari dibuka, aksi pengumpulan sandal jepit untuk AAL, seorang bocah yang didakwa mencuri sandal milik anggota polisi di Palu, Sulawesi Tengah, diminati masyarakat.

Mereka suka rela menyumbangkan sandal untuk menggantikan alas kaki yang dicuri bocah tersebut dari seorang polisi.

"Harga sandal jepit itu berapa? Tidak sebanding dengan trauma persidangan yang akan dialami bocah. Melalui aksi ini, kita menggugah hati masyarakat untuk melihat fakta bila kasus-kasus semacam ini masih banyak dijumpai di Indonesia," kata koordinator Yayasan Sahabat Kapas, Dian, kepada okezone di Solo, Jumat (30/12/2011).

Selain posko dropbox Yayasan Sahabat Kapas di Klodran, Colomadu,  dropbox juga disebar di beberapa titik di Kota Solo, namun tidak menutup kemungkinan juga dibuka di beberapa lokasi di Surakarta.

Menurut Dian, dia dan rekan-rekan tidak memasang target berapa sandal jepit yang bisa dikumpulkan selama aksi dua hari itu.

Bagi Dian,10 ribu sandal jepit yang nantinya akan diserahkan langsung kepada Kapolri hanya sebagai simbol. Yang utama, tidak ada lagi penindasan dan diskriminasi hukum untuk anak-anak.

"Penegak hukum seharusnya punya rasa sensitif terhadap anak. Kapolri sebenarnya sudah membuat aturan sendiri dalam menangani kasus anak, tapi kenapa anggota yang di bawahnya tidak menaati aturan tersebut," jelasnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya