Penembakan di Aceh Dipicu Kecemburuan Sosial

Catur Nugroho Saputra, Jurnalis
Kamis 05 Januari 2012 13:22 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, penembakan oleh orang tak dikenal di Provinsi Aceh selama tiga hari berturut-turut sejak malam pergantian tahun 2011 ke 2012 lalu dipicu kecemburuan sosial.
 
“Laporan Kapolda dan Gubernur Aceh adanya kecemburuan sosial di kalangan masyarakat. Untuk ini, pasti akan dicari akar permasalahannya. Bagaimana penduduk lokal diberdayakan dalam pekerjaan-pekerjaan dan program membangun daerah,” ujarnya usai menghadiri acara HUT Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla), di Graha Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2012).
 
Dengan kata lain, Djoko menegaskan bahwa penyerangan tersebut tak ada kaitannya dengan Pemilukada yang akan digelar Februari mendatang. Berdasarkan laporan Kapolda, kata Djoko, saat ini polisi sudah menetapkan dua tersangka. Namun, penyidikan masih berlanjut guna mencari pelaku lainnya.
 
Penembakan terjadi pada Sabtu 31 Desember 2011 sekira pukul 21.00 WIB. Semua korban merupakan warga asal Jawa Timur yang bekerja sebagai buruh penggali kabel.
 
Pelaku penembakan diketahui berjumlah satu orang menggunakan senjata laras panjang diduga jenis AK-47 dan menggunakan helm. Pelaku masuk ke dalam rumah yang ditempati para pekerja yang jaraknya sekira 10 meter dari jalan negara Banda Aceh-Medan.
 
Secara membabibuta pelaku memberondong para korban yang saat itu sedang beristirahat. Usai beraksi, pelaku ke luar rumah dan melarikan diri dengan sepeda motor. Pelaku kabur bersama seorang rekannya yang sudah menunggu di luar.
 
Nama tiga orang tewas adalah Sunyoto (28) asal Jember, Suparno (31) asal Jember, dan Daud (30) asal Banyuwangi. Sedangkan tujuh orang luka, yakni Andri (15), Hasan (35), Kirul (30), Imam (27), Kopral (32), Aan (40), dan Bonjol (30).
 
Sementara itu dari Banda Aceh, korban yang tewas setelah ditembak di sebuah toko boneka di Kawasan Ilie, Ulee Kareng diketahui bernama Wagino alias Dimas (40) warga Lamteumen Timur, Banda Aceh. Korban adalah karyawan toko boneka tersebut.
 
Penembakan juga terjadi Senin, 2 Januari di Desa Seureuke, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, menewaskan Suliadi (37), dan melukai Edi karyanto (35).

(Insaf Albert Tarigan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya