Fitra: Marzuki Alie Jangan "Maling Teriak Maling"

Stefanus Yugo Hindarto, Jurnalis
Rabu 25 Januari 2012 08:05 WIB
Marzuki Alie (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie melaporkan sejumlah kasus dugaan penyelewengan proyek di lembaga yang dipimpinnya. Langkah ini dinilai kurang etis, sebab Marzuki terkesan cuci tangan dan enggan bertanggung jawab.

Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yuna Farhan, bahkan menyebut Marzuki tidak ksatria dan seperti lari dari tanggung jawab.

“Marzuki dan Sekjen adalah bagian dari masalah. Ketika BURT meloloskan ruang banggar Marzuki lalai. Harusnya dia jangan seperti maling teriak maling,” kata Yuna saat berbincang dengan okezone, Rabu (25/1/2012).

Yuna berharap, KPK juga ikut turun tangan menyelesaikan persoalan penyelewengan dana renovasi ruang Banggar yang menelan anggaran sebesar Rp20 miliar itu. ”KPK turun tangan buka kasus ini sehingga bisa ketahuan siapa sih yang main,” katanya.

Menurut Yuna, awalnya pembangunan ruang banggar itu berasal dari anggaran gedung baru DPR yang batal dibangun. “Gedung besar ini kan enggak jadi dibangun, padahal harusnya kalau itu enggak ada, anggarannya turun dong tapi kenapa di tahun 2012 anggaran DPR naik dari Rp2,4 triliun menjadi Rp2,9 triliun,”

Yuna menilai, anggaran sebesar ini berpeluang dijadikan proyek, termasuk semua asesoris, seperti gorden dan lain-lain. “Itu akal-akalan semua,” tegasnya.

Dalam kasus ini, Yuna melihat ada oknum di DPR yang berupaya mencari rente. Karenanya, dia meminta KPK harus bisa membongkar siapa yang bermain dalam proyek tersebut.

“KPK harus bisa memanfaatkan peluang bahwa, Marzuki, Sekjen sedang cari selamat. KPK harus memanfaatkan itu untuk bisa masuk ke dalam DPR,” ujarnya.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya