Ormas di Medan Kecam Pembongkaran Rumah Ibadah

Irwansyah Putra Nasution, Jurnalis
Jum'at 27 Januari 2012 20:42 WIB
Petugas tengah memadamkan api pendemo (Foto: Irwansyah/okezone)
Share :

MEDAN- Aksi pembongkaran sejumlah rumah ibadah disesalkan sejumlah pihak. Hari ini, organisasi masyarakat menolak pembongkaran rumah ibadah yang berada di depan salah satu hotel di Jalan Putri Hijau, Medan.

Dalam aksinya, ormas tersebut membakar ban bekas sebagai bentuk proses pembongkaran tempat ibadah. Akibat aksi pembakaran tersebut, sejumlah pengunjung hotel tersebut berhamburan keluar.

Ketua Presidium Aliansi Leo Imsar Adnans mengatakan, aksi ini dilakukan untuk menolak tindakan pengusaha, oknum aparat Negara, dan perusahaan yang semena-mena merobohkan bangunan masjid yang kesehariannya dipergunakan masyarakat setempat untuk beribadah.

“Saat ini pihak developer sudah merobohkan dua rumah ibadah. Selain itu akses jalan juga ditutup pihak developer sehingga masyarakat sekitar dirugikan,” kata Leo di lokasi demo, Jumat (27/1/2012).

Leo menyesalkan, perobohan tempat ibadah tersebut dilakukan pukul 03.00 WIB di saat warga tertidur. Perbuatan ini jelas melanggar hukum karena telah menghalangi warga untuk beribadah.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris Presidium Aliansi Syahbana. Dia meminta developer segera menghentikan perbuatannya mengintimidasi warga dengan membongkar tenda darurat dan tidak lagi menghalang halangi umat warga beribadah.

“Saya minta pembongkaran rumah ibadah dihentikan dengan segera, karena warga mau beribadah di rumah ibadah tersebut,” ungkapnya.

Syahbana juga meminta agar pihak developer segera membangun kembali tempat ibadah yang dirobohkan dan meminta kepada Dinas Tata Ruang dan  Tata Bangunan untuk tidak memberikan izin membangun di atas tanah yang masih bersengketa, karena akan terus memicu konflik nantinya.

Pantauan okezone, aksi yang berlangsung damai tiba tiba ricuh karena mobil water canon milik polisi masuk ke kerumunan massa untuk memadamkan api sehingga memancing amarah pengunjuk rasa.

Namun situasi tenang kembali setelah polisi bersedia untuk mundur dan tidak memadamkan ban bekas yang sudah dibakar. Selain itu, polisi yang melakukan penjagaan hanya mampu melihat tanpa bisa berbuat banyak terhadap pendemo yang marah dan merusak tanaman hotel tersebut.

Sementara itu, saat okezone mencoba mengkonfirmasi kepada pihak developer dan managemen hotel tidak satu pun karyawan bersedia memberikan penjelasan atas aksi tersebut.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya