JAKARTA - Partai Demokrat membantah bila rapat yang digelar di Kemayoran pada 26 Januari lalu dikatakan ilegal karena rapat tersebut tidak dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Enggak dong, rapat kok ilegal, rapat resmi. Jadi menegaskan lagi bukan ilegal, enggak ada ilegal, apalagi 21 orang (ikut rapat)," ujar anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Jero Wacik di Istana Negara Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Kata Wacik, dirinya bersama anggota dan ketua anggota dewan Kehormatan lainnya juga sering menggelar rapat namun tidak dipimpin oleh SBY. "Kan SBY ketua dewan pembinanya. Dewan kehormatan juga sering (rapat) tanpa SBY. Kan beliau memberikan mandat kepada kita, kan tidak mengambil keputusan," tutur Menteri ESDM ini.
Namun, Wacik membantah bila dalam rapat Kemayoran tersebut menentukan empat nama pengganti Anas sebagai Ketua Umum Demokrat. "Ah enggak ada, kata siapa, enggak ada," katanya.
Wacik menjelaskan, rapat di Kemayoran pekan lalu dalam rangka membahas perbaikan citra partai. Memperbaiki citra partai, lanjutnya, tidak ada opsi untuk menggantikan ketua umum.
"Tidak ada. Semua kader diminta menjaga citra partai, termasuk para menteri, anggota dewan pembina, ketua umum, semua harus jaga citra partai. Jadi jaga citra partai itu luas pengertiannya. Jadi jaga citra partai itu bekerja yang baik, terangkan kepada rakyat, begitu. Tidak benar, ada rapat penggantian, yang ada adalah semua kader diminta perhatikan partai," kata Jero.
(Muhammad Saifullah )