JAKARTA - Kenyamanan pejalan kaki di Kota Jakarta semakin terusik seiring berubah fungsinya trotoar atau jalur khusus pejalan kaki.
Kondisi ini bisa dilihat di Jalan Raya Bogor, persisnya sepanjang Pasar Kramatjati. Para pejalan kaki tidak memiliki privasi maupun kenyamanan dan keamanannya. Di Jalan tersebut, tidak terlihat sama sekali adanya batas trotoar jalan dengan jalan raya.
"Ya, mau gimana mas, saya jalan terpaksa kepinggir jalan karena trotoar jalan tidak ada dan kurang memadai," kata salah seorang warga, Endang, (40), kepada Okezone, Jumat (10/1/2012).
Ia mengaku sangat khawatir bila berjalan di sepanjang Pasar Kramatjati, karena takut tertabrak mobil maupun motor.
"Saya sering diklaksonin mas, jadi takut saya," jelasnya.
Lain halnya dengan, Umar, (30), mengatakan walaupun trotoar disini hanya sedikit, namun tetap saja tidak bisa dilewati dikarenakan banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) ataupun pemilik toko yang menatuh barang dagangannya di trotoar jalan.
"Karena PKL dan toko-toko itu, saya jadi terpaksa berjalan agak ke pinggir jalan," tambahnya.
Pantauan Okezone, Jalan Raya Bogor, persis disepanjang Pasar Kramatjati, yang hanya selebar satu meter ini, tidak ada batas pemisah atau sparator anatara jalan raya dan trotoar. Selain itu, trotoar di Pasar Kramatjati ini, sudah berubah fungsi yang menjadi tempat berjualan PKL serta tempat menaruh barang dagangan alat-alat elektronik oleh toko elektronik yang banyak bertebaran di Pasar Kramatjati.
Tidak hanya itu, didepan Jalan Mayjen Sutoyo dan Jalan Dewi Sarika, persisnya depan PGC Cililitan, walaupun trotoarnya bagus namun tetap saja tidak bisa dipakai pejalan kaki karena banyak PKL yang berjualan diatasnya.
Hal ini sungguh ironis bagi Kota Jakarta, dimana pemerintahnya berusaha mengurangi kemacetan dengan menganjurkan warganya berjalan kaki, namun fasilitas trotoar belum dapat dipenuhi.
(Carolina Christina)