NGANJUK - Berita pembiusan berantai yang sejuah ini diketahui menelan empat korban jiwa menghebohkan warga di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Betapa tidak, pelaku Mujianto alias Mentok alis Gentong, mengaku membius atau meracuni 15 korbannya di lokasi berbeda.
Meski sebagian harta korban diambil pelaku, namun motif utama aksi nekat tersebut hanya karena cemburu.
Awalnya, kasus ini tak terlalu mengejutkan warga Nganjuk dan hanya dianggap kejahatan biasa, namun ternyata jumlah korban pembiusan bertambah. Polres Nganjuk pun langsung membentuk tim khusus untuk memburu pelaku.
Tak lama polisi berhasil menangkap Mujianto yang diduga melakukan pembunuhan pada kurun September 2011 hingga Februari 2012. Semua dilakukan di wilayah hukum Polres Nganjuk.
Berikut data kejahatan Mujianto berdasarkan data dari Polres Nganjuk:
1. TKP di Kecamatan Prambon pada 12 Februari 2012,
2. TKP di Desa Balerejo, (Prambon) September 2011,
3. TKP di Desa Watudandang (Prambon) 8 Februari 2012,
4. TKP di Desa Sumberkepuh (Tanjunganom) 4 Februari 2012,
5. TKP di Desa Getas (Tanjunganom) Februari 2012,
6. TKP di Desa Glaban (Loceret),
7. TKP di Dusun Kendal, Kelurahan Kramat, (Kota Nganjuk) Februari 2012,
8. TKP di Desa Patihan (Loceret),
9. TKP di Desa Ngepeh (Loceret),
10. TKP di Desa Kwagean (Loceret) 8 Januari 2012,
11. TKP di Desa Jatirejo (Loceret) Februari 2012,
12. TKP di Desa Ngepeh (Loceret) Bulan Puasa 2011,
13. TKP di Loceret pada 2011,
14. TKP di Kelurahan Ploso, (Kota Nganjuk) September 2011,
15. TKP di Kelurahan Bogo (Kota Nganjuk) pada 2011.
Kebanyakan, Mujianto lupa siapa korban dan tanggal persis dia beraksi.
Polisi sejauh ini baru berhasil menemukan enam korban. Empat korban tewas dan dua selamat.
Dua dari empat korban tewas adalah Ahmad Yani (46), PNS Balai Latihan Kerja Pemrpov Jatim asal Desa Tokelan Kecamatan Panji, Situbondo dan Romadon (55), warga Widodaren, Ngawi.
Dua korban selamat adalah MF (28), warga Desa Japanan, Kecamatan Gempol Pasuruan dan AS (40), seorang guru asal Desa Tegalan Pamularang, Kecamatan Lawean, Surakarta, Jawa Tengah.
(Dian AF)