Oposisi Korsel Inginkan Eratkan Hubungan dengan Korut

Aulia Akbar, Jurnalis
Selasa 28 Februari 2012 18:03 WIB
Foto : Pemimpin Korut Kim Jong Un (AP)
Share :

SEOUL - Partai kiri Korea Selatan (Korsel) bersumpah akan memperkuat hubungan dengan Korea Utara (Korut) bila menang dalam pemilihan umum mendatang. Poling pun menunjukkan bahwa partai kiri mulai mendapatkan banyak dukungan di negaranya.

Presiden Korsel Lee Myung Bak yang berasal dari kubu konservatif mulai menghentikan bantuan ke Korut pada 2008, saat dirinya naik ke kursi presiden. Lee juga mengakhiri kebijakan yang digagas oleh mantan Presiden Kim Dae Jung "Sunshine Policy" yang bertujuan untuk mendekatkan diri ke Korut.

"Kebijakan Lee yang menginginkan Korut untuk berubah, sudah gagal," ujar Pemimpin Partai Persatuan Demokrat Han Myeong Sook, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/2/2012).

Hingga saat ini, Partai Persatuan Demokrat sudah terbukti berhasil meraih dukungan yang cukup banyak lewat poling. Sebuah poling yang dilakukan Realmeter pada 17 Februari lalu menunjukkan bahwa partai oposisi itu mendapatkan dukungan suara sebanyak 38 persen, sementara itu partai konservatif hanya mendapatkan 33 persen.

"Partai Persatuan Demokrat akan bertindak aktif untuk menormalisasikan hubungan Korut dan Korsel serta melakukan perkembangan dalam hubungan bilateral itu," imbuhnya.

Pada saat Kim Jong Il meninggal dunia, Presiden Lee sempat mengharapkan akan munculnya perbaikan perubahan di Korut yang akan membuat negeri komunis itu menjadi terbuka. Namun, Korut justru menegaskan, tidak ada perubahan dalam hubungan bilateralnya dengan Korsel.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya