BEIJING - Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi kembali mendesak dunia internasional untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada Suriah, setelah negara-negara Barat mengusulkan resolusi agar PBB mengambil alih seluruh bantuan kemanusiaan ke Suriah.
"Tugas yang mendesak sekarang ini adalah agar semua pihak menghentikan kekerasan di Suriah dan secepat mungkin memulai proses dialog politik serta semua pihak secara bersama dapat merencanakan reformasi di Suriah. Karena itu masyarakat internasional harus menciptakan kondisi agar proses itu terjadi dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Suriah," ujar Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi yang berbicara melalui telepon dengan Ketua Liga Arab Nabil al Araby seperti diberitakan Xinhua dan dikutip Reuters Rabu, (29/2/2012).
Tidak jelas apakah pernyataan Menlu China ini menandai perubahan kebijakan China terkait krisis Suriah. Sebelumnya China dan Rusia diketahui sebagai sekutu utama yang mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad namun seiring dengan meningkatnya kekerasan dan jumlah korban tewas akibat krisis Suriah, berbagai pihak mengutuk dukungan China dan Rusia terhadap Suriah.
Kedua negara ini dinilai ikut bertanggung jawab atas meningkatnya potensi konflik di Suriah atas sikapnya yang menolak intervensi asing dalam menangani krisis Suriah.
Sementara itu PBB melalui pejabat politiknya B Lynn Pascoe mengatakan, krisis Suriah yang berlangsung selama 11 bulan telah menewaskan lebih dari 7.500 jiwa.
"Hampir setiap hari 100 orang berada dalam kondisi sekarat akibat kekerasan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah untuk meredam aksi protes menentang Presiden Assad," ujar pejabat politik PBB B Lynn Pascoe.
(Rani Hardjanti)