Demokrat Jangan Lahirkan Konflik Baru untuk Tutupi Kasus Korupsi

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Sabtu 03 Maret 2012 08:29 WIB
ilustrasi (dok.okz)
Share :

JAKARTA- Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan menuding keterlibatan elit Partai Hanura dibalik serangan-serangan yang dilontarkan tersangka kasus suap Wisma Atlet SEA Games Muhammad Nazaruddin. Ramadhan mengaku sengaja melontarkan pernyataan semacam itu lantaran kubu Hanura sering menyudutkan SBY.

Terkait hal itu, kader Partai Hanura meminta Ramadhan untuk berhenti menzalimi pendiri Partai Hanura, Wiranto. "Ini sudah penzaliman terhadap Pak Wiranto. Beliau itu dihormati di mana-mana. Apa yang dilakukan Ramadhan sudah masuk ke tahap kami dizalimi," kata Ketua Umum DPP Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura), Oktasari dalam keterangannya kepada okezone, Sabtu(3/3/2012).
 
Menurutnya, sangat aneh bila Ramadhan sampai berani meminta Wiranto minta maaf atas tudingan-tudingan membabi-buta. Sebaliknya, justru Presiden SBY yang harus meminta maaf ke seluruh rakyat Indonesia karena gagal memimpin negara dan menunjukkan bukti kerja menuntaskan korupsi. “Buktinya, sampai sekarang Demokrat menjadi lumbung korupsi. SBY harus minta maaf kepada rakyat atas kesalahannya. Jangan dikait-kaitkan dengan Wiranto. Kami juga tak butuh maafnya SBY,” ujarnya.
 
Justru sebaliknya menurut Oktasari, SBY yang harus meminta maaf  kepada rakyat, dan sebaiknya kader Demokrat tidak mencoba melahirkan konflik baru demi menutupi permasalahan yang tak bisa mereka selesaikan dalam kasus Nazaruddin.

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya