Image

Nazaruddin Terima Divonis Enam Tahun dan Denda Rp1 Miliar

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2016, 19:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 06 15 337 1416156 nazaruddin-terima-divonis-enam-tahun-dan-denda-rp1-miliar-S1vkN7VcXV.jpg foto: Dok Okezone

JAKARTA - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin menerima divonis enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair satu tahun kurungan penjara. Dia pun tak akan mengajukan banding atas vonis tersebut.

"Saya menerima semua keputusan Majelis Hakim. Saya tidak akan banding," kata Nazaruddin usai mendengarkan vonis Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2016).

(Baca juga: Nazaruddin Divonis Enam Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar)

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mengaku masih pikir-pikir menanggapi putusan yang lebih rendah setahun dari tuntutannya. Ada waktu tujuh hari setelah putusan ini untuk mengajukan banding atau menerima putusan tersebut. "Kita pikir-pikir yang mulia," ujar JPU KPK.

Seperti diketahui, suami Neneng Sri Wahyuni itu divonis enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair satu tahun kurungan penjara. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa sebesar tujuh tahun dan denda Rp1 miliar subsidair satu tahun kurungan penjara.

Nazaruddin disangka menerima gratifikasi dari PT Duta Graha Indah dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek di sektor pendidikan dan kesehatan, yang jumlahnya mencapai Rp40,37 miliar. Saat menerima gratifikasi, Nazar masih berstatus sebagai anggota DPR RI. Nazar juga merupakan pemilik dan pengendali Anugrah Grup yang berubah nama menjadi Permai Grup. Nazaruddin juga didakwa melakukan pencucian uang dengan membeli sejumlah saham di berbagai perusahaan yang uangnya diperoleh dari hasil korupsi.

Pembelian sejumlah saham yang dilakukan Nazaruddin dilakukan melalui perusahaan sekuritas di Bursa Efek Indonesia menggunakan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Permai Grup, kelompok perusahaan milik Nazar.

Berdasarkan surat dakwaan, sumber penerimaan keuangan Permai Grup berasal dari fee pihak lain atas jasanya mengupayakan sejumlah proyek yang anggarannya dibiayai pemerintah.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini