JAKARTA - Pernyataan Anas Urbaningrum yang mengaku siap digantung di Monas jika terbukti terlibat kasus wisma atlet dinilai peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi cukup ekstrem.
Burhan menganggap pernyataan yang dilontarkan Anas dengan bahasa tersebut membawa pesan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan akan segera memanggil Ketua Umum Partai Demokrat.
"Pernyataan itu bahasa yang ekstrem bagi Anas yang selama ini memakai bahasa yang relatif terkendali. Itu juga merupakan pesan Anas secara terbuka kepada KPK," ungkap Burhan di kantor LSI, Jakarta, Minggu (11/3/2012).
Burhan menduga dengan pernyataan itu Anas berharap KPK bisa tertantang dan segera menindaklanjuti kasus tersebut. "Anas sudah di titik kulminasi bahwa bahasa sopan saja tidak cukup untuk meng-counter opini yang selama ini kurang positif pada dirinya," lanjutnya.
"Sisi positif untuk menunjukkan kepada publik bahwa dirinya tidak bersalah. Negatifnya, publik bisa menagih Anas untuk digantung di monas," sambungnya.
(Dede Suryana)