Perbaiki Keturunan, Sapi Bali & Banteng Jawa Dikawinkan

Amir Tejo, Jurnalis
Sabtu 07 April 2012 14:27 WIB
Banteng Jawa dan sapi Bali di Taman Safari Prigen (Foto: okezone/Amir Tejo)
Share :

SURABAYA - Setelah melakukan penelitian sejak 2004, Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berhasil menyilangkan sapi Bali (bos javanicus domestica) dengan banteng Jawa (bos javanicus).

Persilangan ini merupakan permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Taman Safari II Prigen untuk memperbaiki kualitas sapi Bali yang banyak dibudidayakan peternak di Jawa Timur. Kualitas sapi Bali dari hari ke hari mengalami penurunan dari sisi bobot karena perkawinan sedarah atau inbreeding.

Anakan sapi Bali dan banteng Jawa berjenis kelamin jantan lahir dengan berat 21 kilogram pada Kamis 5 April lalu sekira pukul 10.15 WIB di Taman Safari Indonesia II, Prigen.

General Manager TSI II Prigen, Tommy Sands Wungkar, mengatakan anakan sapi jenis baru itu lahir dari induk sapi Bali yang dikawinkan dengan banteng Jawa asal Taman Nasional Hutan Baluran, Banyuwangi. Anakan lahir secara normal dan dalam kondisi sehat dengan bantuan tim dokter hewan TSI.

“Tim dokter TSI II terpaksa membantu proses kelahiran karena bobot anakan cukup besar dibandingkan anakan sapi Bali pada umumnya yang mencapai 12 kilogram,” jelas Tommy.

Anakan sapi saat masih dirawat intensif di TSI II. Pihak TSI II masih menunggu kelahiran empat sapi Bali lainnya. Seekor sapi Bali lainnya akan diperkirakan akan lahir pada Juni mendatang.

“Kami berharap kelahiran anakan sapi Bali dan banteng Jawa ini bisa menjadi awal dalam meningkatkan produktivitas daging sapi untuk memenuhi kebutuhan daging dan mengurangi ketergantungan impor,” ucapnya.

Kurator satwa TSI II, Ivan Chandra mengatakan hasil perkawinan sapi bali dan banteng Jawa mampu menghasilkan anakan dengan ukuran bobot berbeda.

“Secara genetika, sapi Bali merupakan keturunan dari banteng Jawa. Dalam perkembangannya, ukuran dan bobot sapi Bali terus menurun karena inbreeding. Sapi hasil perkawinan ini akan mampu menghasilkan berat 450 kilogram per ekor atau lebih tinggi dari berat sapi Bali yang hanya 300 kilogram per ekor,” jelasnya.

(Anton Suhartono)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya