LUMAJANG - Meski sudah puluhan tahun dinyatakan punah, sejumlah warga Lereng Semeru meyakini Harimau Jawa masih ada dan hidup bebas di alam liar.
Keyakinan ini didukung adanya temuan jejak kaki sang raja hutan oleh sejumlah warga Lereng Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, serta penampakan Harimau Jawa di sebuah danau yang belum banyak terjamah manusia.
Berbekal informasi dari penduduk yang sering mencari penjalin di pedalaman hutan Gunung Semeru, sejumlah warga Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, mencoba melakukan pencarian dan penelusuran untuk membuktikan bahwa Harimau Jawa masih ada, meski Pemerintah Indonesia dan dunia internasional sudah menganggapnya punah sejak tahun 1980.
Dengan menelusuri pedalaman hutan Pegunungan Semeru yang masih perawan, selama lima jam dengan berjalan kaki sejumlah tokoh Desa Pasrujambe bergerak menuju Ranu Kuning. Di danau inilah sejumlah pencari penjalin hutan mengaku pernah melihat Harimau Jawa yang sedang minum.
Tokoh Masyarakat Pasrujambe, Martai, menyatakan setelah beberapa jam melakukan pencarian dan penelusuran keberadaan Harimau Jawa di Ranu Kuning, hanya ditemukan sejumlah jejak kaki harimau berukuran besar yang masih baru.
Ranu Kuning merupakan danau seluas empat hektar yang terletak di hutan pedalaman lereng gunung Semeru. Lokasi ini relatif masih perawan lantaran belum banyak dijamah orang.
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.