PBNU: TKI di Negara Non-Muslim Lebih Dihargai

Tri Kurniawan, Jurnalis
Rabu 25 April 2012 07:41 WIB
Foto: (dok okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj, menyikapi terjadinya penembakan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Dia menilai ironi dalam kejadian tersebut, TKI di negara non-Muslim lebih mendapat perlakuan yang lebih baik dibandingkan negara berpenduduk mayoritas Islam.

"Dengan berat hati saya sampaikan, bahwa TKI kita di negara non-Muslim justru mendapatkan perlakuan yang lebih baik. TKI di Hong Kong dan Taiwan tidak pernah ada cerita ditembaki atau diperjualbelikan organ tubuhnya," katanya dalam keterangan pers kepada Okezone, Rabu (25/4/2012).

Aksi penembakan terhadap TKI yang dilakukan Polisi Diraja Malaysia juga dinilai oleh Said sebagai tindakan yang biadab, apa pun latar belakang yang mendasarinya.

"Kalaupun salah janganlah ditembaki. Salah memang harus ada hukumannya, tapi tidak harus ditembaki," tegasnya.

PBNU mendesak Polisi Diraja Malaysia untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan penembakan tersebut. Tindakan tegas berupa   hukuman, wajib diberikan tidak hanya untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia , melainkan menjaga kredibilitas institusi kepolisian Malaysia tersebut.

"Ini juga untuk nama baik Malaysia sendiri di forum internasional,"  tandasnya.

PBNU juga mendesak Pemerintah Indonesia menyampaikan protes keras terhadap Malaysia , untuk menekan kemungkinan terulangnya kejadian serupa di waktu mendatang.

(Tri Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya