"Menteri Kondom" Diminta Prioritaskan Perbaikan Layanan RS

Tegar Arief Fadly-Misbahol Munir, Jurnalis
Senin 25 Juni 2012 12:12 WIB
(Iman Herdiana/Okezone)
Share :

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung juga ikut mengkritik program Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi untuk menggalakkan sosialisasi penggunaan kondom. Meski mengaku bukan konservatif, Pramono khawatir program itu melegitimasi pergaulan bebas di kalangan remaja.
 
"Persoalaan sosialisasi kondom, menurut saya rasa itu bukan hal yang urgen dan menjadi prioritas kalau itu dilakukan menjadi legitimasi bagi anak-anak untuk katakanlah boleh melakukan pergaulan bebas," kata Pramono kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/6/2012).
 
"Saya bukan yang orang konservatif, saya orang-orang yang berpikiran terbuka, tetapi kalau kemudian kondom itu disosialisasikan diajarkan, menurut saya ini menjadi legitisamasi baru untuk melakukan hal-hal di luar norma keagamaan," imbuhnya.
 
Daripada menjalankan program yang memantik kontroversi, Pramono berpandangan Menkes lebih baik memprioritaskan program lain yang tak kalah penting, seperti perbaikan pelayanan rumah sakit dan Jamkesmas.
 
Nafsiah Mboi dalam rapat bersama Komisi IX DPR untuk kesekian kalinya membantah pemerintah hendak mendorong remaja melakukan seks bebas.
 
“Promosi kesehatan reproduksi disangka promosi punggunaan kondom, tidak benar. Menkes tidak pernah merencanakan bagi-bagi kondom di sekolah dan remaja," kata Nafsiah.
 
Dia menjelaskan, kampanye kondom akan sangat efektif dan bermanfaat positif terhadap upaya meminimalisir penyebaran penyakit seks.
 
"Penggunaan kondom pada hubungan berisiko justru melindungi ibu dan bayi. Bila dibiarkan hubungan seks tanpa kondom, prevalansi HIV meningkat terus,” katanya.
 

(Insaf Albert Tarigan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya