MERASA lebih sehat dan bahagia. Itulah yang diungkapkan Tike Priyatnakusumah setelah berhasil menurunkan bobot tubuh sebanyak 17 kilogram dalam waktu enam bulan.
"Sejak kecil saya dikenal gemuk. Kebiasaan saya senang enak, makan keripik, kerupuk, minum manis, dan tidak berolahraga teratur menjadi penyebab utama kegemukan saya," tutur Tike Priyatnakusumah di acara talkshow mengenai bahaya obesitas dengan PT Roche Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (4/7/2012).
Tike mengungkapkan, setelah melahirkan, berat badanya semakin tidak bisa dikendalikan, walau sudah mencoba berbagai cara.
"Awalnya memang berat. Karena yang namanya diet itu kan mengubah gaya hidup. Yang tadinya seenaknya diri saja, lalu diubah menjadi lebih disiplin, lebih sehat. Tapi karena memiliki motivasi dan keinginan yang kuat, ternyata bisa dijalani dengan baik," ungkap ibu satu anak ini.
Saat awal mulai menjalani diet, yakni pada Januari, Tike memiliki bobot 94,4 kilogram. Pada Juni atau dalam waktu enam bulan, berat badan Tike sukses menyusut hingga 77,4 kilogram.
"Diet itu memang harus sabar. Karena program penurunan berat badan adalah suatu hal yang membosankan. Perlu waktu, tidak bisa instan. Tapi kalau dijalani dengan nyaman, diet itu menyenangkan. kalau dulu ‘me time’ saya habiskan dengan makan-makan, ngemil. Sekarang, ‘me time’ saya olahraga. Dari kesabaran itu, kini hasilnya saya merasa lebih sehat dan bahagia," tambahnya.
Tike menjalani serangkaian program penurunan berat badan dengan mengikuti pengaturan pola makan, berolahraga, dan farmakoterapi (penggunaan obat anti-obesitas) di bawah pengawasan dokter. Tike mengungkapkan bahwa sukses berdiet harus disertai perasaan kenyang dan nyaman.
"Diet itu tidak berarti saya tidak bisa makan enak. Saya masih makan daging steak. Bedanya kalau dulu pilih sirloin, sekarang pilih tenderloin, yang sudah tidak ada lemaknya. Hanya tidak pakai kentang, tapi saladnya dibanyakin. Tetap makan steak dan kenyang," jelasnya.
Dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi dari RSCM, yang juga pendamping diet Tike pun menyepakati bahwa diet harus dilakukan dengan nyaman dan kenyang.
"Salah jika diet dengan menahan lapar. Itu tidak akan nyaman. Justru tubuh nantinya akan balas dendam. Bisa turun cepat sekilo, nanti naiknya jadi tiga kilo. Makanlah yang ingin dimakan, tapi batasi jumlahnya. Dalam diet harus kenyang dalam porsi sedikit. Pilih-pilih jenis makanannya seperti karbohidrat kompleks, seperti gandum, beras merah, yang dapat membuat kenyang lebih lama. Hindari makanan yang goreng, pilih yang direbus atau dikukus," tutup Inge.
(Tuty Ocktaviany)