PYONGYANG - Seorang agen Korea Utara (Korut) yang menyamar sebagai pembelot ke Korea Selatan (Korsel) mengaku dia terlibat dalam misi untuk membunuh Kim Jong Nam. Jong Nam tak lain adalah putra sulung mantan pemimpin Korut, Kim Jong Il.
Agen Korut yang diidentifikasi sebagai Kim itu ditangkap pada 12 September lalu.
Menurut The ChosunIlbo, Kamis (27/9/2012) Kim mengaku dia diperintahkan oleh Kementerian Keamanan Korut pada Juli 2010 untuk membunuh Jong Nam yang saat ini berdomisili di Macau. Namun para pejabat intelijen Korsel mengatakan, akan mendalami kasus ini untuk menyelidiki pengakuan Kim.
Kim diketahui sempat menjadi agen Korsel di Beijing dan sejumlah wilayah lainnya di China dalam 10 tahun terakhir sebelum akhirnya dia masuk ke Korsel pada Juni 2012. Kim masuk ke Korsel dengan mengakui bahwa dirinya adalah pembelot.
Ketika diintrogasi, Kim mengaku dia dikirimkan ke Korsel sebagai -sleeper agent- yang diperintahkan untuk menetap di negara itu dan menunggu komando lebih lanjut.
Dalam pernyataanya belum lama ini Kim mengaku dia diperintahkan masuk ke Korsel untuk mendekati aktivis Park Sang-hak yang merupakan seorang pembelot. Sang-hak diketahui terlibat dalam pengiriman selebaran anti-komunis ke Korut melalui balon udara. Tidak dijelaskan tujuan Kim mendekati Sang-hak.
Bila informasi yang diberikan Kim benar bahwa dirinya diperintah untuk membunuh Jong Nam pada Juli 2010 lalu maka peristiwa itu terjadi dua bulan sebelum saudara tirinya Kim Jong Un ramai diperbincangkan sebagai pengganti sang ayah.
Jong Nam sebenarnya mendapat fasilitas pendidikan yang sama dengan sang adik yang kini mengambil alih kepemimpinan Korut. Keduanya sempat menuntut ilmu di Swiss. Namun disaat Jong Un kerap tampil bersama sang ayah di hadapan publik, Jong Nam kabarnya lebih sering menghabiskan waktunya dengan berjudi dan minum.
Menurut kabar, Jong-Nam menarik diri dari perebutan kekuasaan di Korut karena dirinya tidak memiliki ketertarikan dalam politik. Hal itu pula yang menyebabkan dirinya lebih memilih hidup di luar Korsel.
(Rani Hardjanti)