JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Myanmar U Zin Zhaw berharap besar dengan adanya bantuan dari mitra-mitra dialog ASEAN dalam mentransfer teknologi. Bantuan-bantuan itu akan membantu Myanmar mengurangi kesenjangan pembangunan dan ekonomi dengan negara ASEAN lainnya.
"Negara CLMV (Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam) menginginkan bantuan pendanaan dan pembangunan kapasitas. Kami juga ingin meminta mitra dialog dan ASEAN untuk berbagi pengalaman dalam meningundang investasi di Myanmar," ujar Zhaw, dalam Inisiative for Asean Integration (IAI) Development Cooperation Forum, Sekretariat Jenderal ASEAN, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Sampai saat ini, Myanmar dipandang sebagai negara ASEAN yang memiliki kesenjangan pembangunan paling tinggi dibanding negara CLMV lainnya.
Myanmar juga sangat ingin, ASEAN memainkan peranan penting dalam seluruh dialog. Myanmar juga sangat mendukung IAI sebagai salah satu mekanisme yang dimanfaatkan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan dan ekonomi antara negara-negara ASEAN.
"Saat ini, Pemerintah Myanmar tengah berjuang untuk menggapai perdamaian, mengurangi kesenjangan ekonomi antar-warga dan mengurus kebijakan ekonomi lainnya. Kami sangat menyambut niatan baik dan kerja sama dengan ASEAN," imbuhnya.
Myanmar juga menganggap pembangunan sumber daya sebagai salah satu hal yang sangat penting guna mengatasi jurang kesenjangan antara negara-negara ASEAN. Myanmar sudah menunggu akan adanya hasil yang baik dalam segala bentuk dialog dan proyek-proyek yang digelar IAI.
(Fajar Nugraha)