JAKARTA - Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI Network), banyak orang tua tidak menginginkan anak mereka menjadi anggota DPR. Salah satu sebab lantaran banyaknya anggota DPR yang terseret kasus korupsi maupun tindakan kurang bermoral yang membuat citra lembaga wakil rakyat itu merosot.
Terkait hal tersebut, Ketua Biro Internal PPPA DPP Partai Demokrat, Ester RM Mandalawati berpendapat, mesti ada solusi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada DPR.
"Saya bukan anggota dewan tetapi jika saya harus menjawab, maka saya akan memberi pendapat bahwa kedepan sebaiknya lebih diperketat tata tertib yang mengikat setiap oknum anggota dewan yang melanggar, dengan sanksi yang cukup akurat, tanpa ada suatu pembiaraan kesalahan tidak selalu akan berulang dan menjadi kebiasaan," ulas Esther dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Rabu (21/11/2012) malam.
Dengan demikian, lanjut Esther, ada kepastian mutu sumber daya manusia dijajaran parlemen dan ini akan menjadi kebanggaan bersama kala wakil rakyat memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. "Saya yakin masyrakat akan segera pulih dengan cara ini," ucapnya.
Esther juga menambahkan, lembaga DPR tidak pernah salah, namun dengan banyaknya peristwa miris disana membuat adanya psikis effect kepada masyarakat.
"Namun tergantung oknum juga, semua kembali kepada pribadi juga. Lembaga tidak salah. Saya berpendapat bahwa ini tidak akan selamanya prosentase ini. Saya yakin masih banyak animo masyarakat untuk masuk Senayan," ulasnya.
Sebelumnya berdasarkan survei LSI Network, total responden yang tak ingin menjadi wakil rakyat sebesar 56,43 persen. Sebaliknya, hanya 37,62 persen yang menyatakan ingin diri atau anggota keluarganya menjadi anggota DPR.
“Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang tua di Indonesia yang tidak berkeinginan keturunan mereka menjadi anggota DPR,” kata peneliti LSI Network Rully Akbar, Minggu 18 November lalu.
Survei tersebut dilakukan pada November 2012, menggunakan inovasi riset terbaru, yaitu Quick Poll LSI. Dia mengklaim survei tersebut cepat, namun tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Menurut Rully, pudarnya keinginan orang tua agar anak mereka menjadi anggota DPR hampir merata di semua segmen gender, desa-kota, dan usia. Pada segmen gender, baik laki-laki (55,08 persen) maupun perempuan (56,00 persen) tidak berkeinginan anak mereka menjadi anggota DPR.
(Rizka Diputra)