SEMARANG - Sebuah jembatan penyebrangan di KM 13 jalan tol Banyumanik, Semarang roboh. Jembatan penyebrangan yang menghubungkan dua kampung dan melintas di atas jalan tol ini roboh karena tersangkut muatan truk trailer bernomor polisi H 1835 EW, yang dikemudikan Rohamad (42).
Trailer yang membawa muatan mesin pemotong kayu itu, melintas sekitar pukul 01.00 Sabtu (1/12/12) dini hari, dari arah pelabuhan Tanjung Emas, Semarang dan akan menuju Wonosobo. Entah mengapa saat melintasi jembatan penyebrangan di kilometer 13 Banyumanik itu, muatan treler tersangkut jembatan dan membuat jembatan berwarna biru setinggi 4,20 meter itu roboh serta menimpa treler itu.
Rohamad, sopir truk treler naas itu mengatakan, dirinya sudah melewati beberapa jembatan di kawasan tol dan lolos. Dirinya heran kenapa saat melintas di tol Banyumanik, muatannya dapat tersangkut.
"Saya sudah melewati jembatan dengan ketinggian yang sama dan lolos, tapi kenapa disini tidak. Padahal kan sama saja, tinggi muatan jelas tidak berubah dan semua jembatan penyebrangan tingginya 4,20 meter," ujar Rohamad.
Karena tertabrak muatan treler itu, jembatan kemudian roboh menimpa truk treler dan membuat akses jalan tol, baik yang akan keluar dan masuk tertutup.
Kasubag Manejer Lalu Lintas Jasa Marga Eko Sudaryanto menyatakan, pihaknya akan segera melakukan pengalihan arus terlebih dahulu untuk mengurai kemacetan. "Untuk yang jalur masuk dapat menggunakan sebagian jalur keluar jalan tol atau kontra flow. Namun yang akan keluar jalan tol ke kawasan Banyumanik memang harus sedikit lebih bersabar. Kami sudah menghubung derek untuk mengangkat jembatan sehingga treler dapat ditepikan ke bahu jalan dulu, agar tidak mengganggu arus lalin yang menuju keluar tol," jelas Eko.
Kemacetan tidak saja terjadi di dalam ruas jalan tol, namun juga di jalan Perintis Kemerdekaan dan Setyabudi. Petugas patroli jalan raya (PJR) Polda Jateng dan Satlantas Polrestabes Semarang harus bekerja keras mengurai kemacetan di simpul-simpul jalan yang berada di dekat akses masuk dan keluar tol Banyumanik itu.Tidak ada korban dalam kejadian itu, sedangkan kerugian akibat peristiwa itu belum dapat dipastikan oleh pihak Jasa Marga.
(Dede Suryana)