JAKARTA - Berasal dari kota kecil, tantangan untuk menaklukkan ibu kota tentu sangatlah besar. Hal ini pula yang dialami news anchor Seputar Indonesia (Sindo) Radio Doudy Tatipang. Pria asal Manado ini bertekad menjadi penyiar handal di kota besar seperti Jakarta.
Doudy menyatakan, keinginan untuk menjadi seorang penyiar berita di radio timbul sejak SMA. Kegemarannya mendengar radio ketika remaja itu menimbulkan keinginan untuk menjadi salah satu dari para penyiar tersebut.
"Dulu melihat penyiar TV yang membaca berita ingin jadi seperti mereka, ingin membawakan sebuah acara. Tapi lama-kelamaan dengan mendengar radio saya tertarik untuk menjadi penyiar radio karena mereka bisa improvisasi, menghibur orang, berkenalan dan berteman dengan banyak orang," kata Doudy ketika berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Tidak main-main, Doudy pun terjun ke dunia siaran radio. Selama 1,5 tahun, anak lelaki semata wayang dari tiga bersaudara itu menjadi penyiar di sebuah radio anak muda di Manado. Berbekal keinginan dan tekad yang kuat, Doudy pun ingin mengejar mimpinya untuk menaklukkan Jakarta. Berutung, kedua orangtuanya memberikan dukungan yang luar biasa terhadap keinginan Doudy itu,
"Saya ke Jakarta pada 1998, saat kerusuhan. Orangtua sempat khawatir dan melarang saya pergi. Namun, melihat keinginan saya yang kuat, mereka akhirnya mendukung keinginan saya itu dan selalu mendoakan saya. Bahkan, mereka berpesan, jangan pulang sebelum berhasil menaklukkan Jakarta," tuturnya sembari tersenyum.
Ketika tengah menyelesaikan skripsi, Doudy tidak sengaja mendengar Radio ElShinta. Saat itu dia merasa sangat tertarik untuk menjadi reporter karena bisa jalan-jalan dan liputan ke berbagai daerah, serta mengenal banyak orang. Akhirnya, pada 2002, setelah lulus kuliah, Doudy pun bergabung di Radio El Shinta sebagai reporter.
"Karena awalnya ingin jadi reporter, maka selama enam bulan saya jadi reporter di sana. Kemudian saya ikut training untuk jadi penyiar karena pihak El Shinta merasa suara saya bagus dan cocok untuk menjadi pembawa berita radio. Saya pun menjadi penyiar di sana selama tiga tahun," papar penggemar masakan pedas itu.
Pada 2005, Doudy pun bergabung dengan Triwijaya Radio kini berganti nama menjadi Sindo Radio. Kedatangan Doudy dalam grup MNC itu bertepatan dengan Sindo Radio yang saat itu tengah mengganti format siaran dari hiburan menjadi lebih serius. Plt Program Director Sindo Radio itu mengaku, sangat mencintai dunia yang digelutinya saat ini dan tidak berencana sedikit pun untuk pindah ke lain hati.
Berbicara kesuksesan, lanjutnya, setiap orang memiliki kriteria dan standar yang berbeda. Selama 10 tahun menggeluti dunia siaran radio news, dia mengaku telah mencapai kesuksesan. Walaupun, dia tidak menampik memiliki keinginan untuk meraih target yang lebih tinggi.
"Ada yang bilang sukses saat punya jabatan atau punya rumah banyak. Saya memang belum sampai ke situ, karena sebagai manusia ingin terus berusaha untuk mencapai level itu. Kesuksesan itu kerja keras saya terhadap passion saya, yakni jurnalistik radio," urainya.
Untuk itu, tambah Doudy, dia mensyukuri apa yang telah dicapai. Menurutnya, kesuksesan harus diukur dengan standar diri sendiri bukan orang lain. "Saya suka dunia kerja saya dan enjoy menjalaninya. Kalau mengukur diri dengan melihat dari ukuran orang lain, kita tidak akan pernah puas. Saya tidak mau pakai standar itu. Sukses dengan cara saya sendiri," imbuh Doudy.
Overview Profesi Jurnalis Media Online
News anchor radio adalah profesi yang ada sejak dulu dan selalu berkembang. Meski mulai terlupakan, profesi ini tetap eksis hingga saat ini. Berikut sekilas gambaran tentang news anchor radio.
Plus Minus
Doudy mengungkapkan, selama menjalani profesi pembaca berita radio, terdapat berbagai pengalaman suka dan duka yang menghampirinya. Sebagai penyiar radio, lanjutnya, mereka dapat dengan bebas bergaul dengan siapa pun dan kapan pun tanpa perlu merasa gengsi dengan pendengar.
"Itulah untungnya jadi penyiar radio, pendengar hanya tahu suara kita, bukan wajah kita. Walaupun saat ini sudah ada streaming. Namun, sebagai penyiar radio kita tidak perlu malu makan di kaki lima tanpa khawatir ada pendengar yang tahu. Beda dengan anchor TV yang wajahnya dilihat pemirsa tiap hari," paparnya sembari tertawa.
Bahkan, pemilik nama lengkap Doudy Joun Tatipang itu menyatakan, pengalaman tidak terlupakan yang selalu diingatnya ketika menjadi penyiar radio adalah mengubah hidup seseorang. Bagaimana bisa? Waktu itu, lanjutnya, ada sebuah kasus di mana seorang TKI Indonesia asal NTB yang bekerja di Malaysia akan dihukum mati.
Bertepatan dengan vonis itu, SBY hendak melakukan kunjungan ke Malaysia. Orangtua TKI itu menelepon Sindo Radio dan meminta agar SBY mengajukan permohonan ampunan bagi sang anak. Sayangnya, ajudan presiden mengatakan, rombongan hanya berkunjung ke lokasi, tidak mampir ke tempat lain.
"Kebetulan saat itu saya yang siaran. Saya bilang pada ibu itu untuk mengeluarkan keluh kesahnya siapa tahu presiden dapat mendengar. Kemudian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) menelepon saya untuk menyampaikan bahwa SBY mendengar siaran tersebut. Akhirnya, Andi -nama TKI tersebut- pun dibebaskan dari hukuman mati," ujar pria yang bercita-cita menjadi Insinyur Pertanian itu.
Tidak selamanya pengalaman siaran Doudy selalu mulus. Ada kalanya dia pun mendapat pengalaman buruk saat siaran. Salah satunya adalah ditanya balik oleh narasumber mengenai pertanyaan yang diajukan.
"Saat wawasan kurang karena malas baca dan kurang update, saya bisa dikick narasumber. Misalnya pengalaman saat wawancara Yuzril Izha Mahendra dan Fahmi Idris yang merupakan orang-orang kritis. Jangan sampai kita tidak tahu apa yang kita tanya karena mereka akan bertanya balik. Kalau kita tidak bisa menjawab tentu kita akan malu," imbuhnya.
Prospek karier
Menurut penggemar olahraga bulutangkis ini, menjadi news anchor radio adalah salah satu prospek kerja yang menjanjikan. Sebab, profesi ini tidak pernah mati sejak dulu hanya cara mereka mendengarkan radio yang semakin berkembang. Masyarakat tetap merindukan playlist lagu yang diputar penyiar favorit
Selain itu, tambahnya, menjadi penyiar berita radio merupakan profesi yang lebih tahan lama dibandingkan dengan penyiar di segmen hiburan. "Life time penyiar radio news itu lebih panjang dibandingkan penyiar radio lifestyle. Radio anak muda target pendengar biasanya 18-25 tahun. Jadi penyiar berumur 27-30 tahun, harus pindah ke radio lain dengan segmentasi pendengar yang sesuai. Sementara kalau news, rata-rata pendengarnya sudah dewasa sehingga rentang usia penyiar lebih luas. Apalagi di luar negeri penyiar yang sudah tua pun masih dipakai," ucap pria yang berkeinginan memiliki stasiun radio itu.
Dia menjelaskan, perspektif masyarakat yang memandang bidang kerja di siaran radio sangat sempit harus diubah. Bekerja di radio tidak hanya terbatas sebagai penyiar tapi juga mencakup bidang ilmu lain, seperti produser, music director, station manager, dan sebagainya.
"Jenjang karier di radio lumayan. Tapi, keberadaan stasiun radio tersebut juga menentukan. Di daerah dengan kota besar tentu berbeda untuk jenjang karier maupun penghasilannya, paparnya.
Persiapan Menjadi News Anchor Radio
Seperti layaknya reporter maupun penyiar di berbagai media massa, bekerja di bidang jurnalistik harus memiliki wawasan yang luas. Doudy memaparkan, untuk memperluas wawasan seorang calon news anchor radio dapat dilakukan dengan berbagai cara.
"Rajin membaca, berteman dengan banyak orang, melihat, serta mau mendengarkan orang lain. Mendengarkan siaran radio lain karena pendengar tidak hanya menyukai satu segmen saja tapi juga ingin disentuh dengan segmen lainnya, seperti olahraga, musik, dan sebagainya," ungkap pria yang selalu menghabiskan waktu liburan untuk pulang kampung itu.
Kemudian, katanya, para calon news anchor radio harus mulai melatih suara mereka. Sebab, berbeda dengan news anchor TV yang dapat mengandalkan visual, radio hanya memiliki kekuatan pada suara. "Membangun theatre of mind pendengar banyak cara. Di TV bisa dengan gambar tapi radio permainan kata-kata penyiarlah yang membawa pendengar ke suasana yang diinginkan. Untuk itu, kita harus memiliki wawasan yang luas," jelasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)