JAKARTA - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menolak legalisasi aborsi dan perkawinan sejenis yang menjadi rekomendasi pemuda internasional di diskusi Global Youth Forum di Nusa Dua Bali. Aborsi dan perkawinan sejenis dinilai sangat bertentangan dengan kebudayaan Indonesia.
"Legalisasi aborsi dan perkawinan sejenis berlawanan dengan kultur dan nilai budaya yang berlaku di Indonesia," kata delegasi DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Arifin dalam siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (7/12/2012).
Acara Global Youth Forum sendiri dihadiri enam ratus pemimpin muda dunia dan dua ribu delegasi virtual. Mereka berasal dari 126 negara serta perwakilan pemerintah, dan badan badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Menurut Arifin, proses perumusan rekomendasi sebenarnya berjalan alot. Di sana, kata Arifin, terjadi tarik menarik antara peserta forum terkait isu hak orientasi seksual dan aborsi bagi kaum muda. "Sejumlah agenda yang sudah dibahas adalah youth empowerment (pemberdayaan pemuda) yang meliputi pendidikan kesehatan, kesejahteraan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KNPI, Taufan EN Rotorasiko, mendorong agar kaum muda memperjuangkan hak pendidikan lintas gender. "Salah satu keluar dari kepompong kemiskinan, melalui pendidikan yang berkarakter," terangnya.
Dia menegaskan pemuda Indonesia harus bersatu menciptakan perdamaian tanpa ada rasa diskriminasi. "Pemuda Indonesia bersama pemuda dunia bergandeng tangan, berjejaring untuk menciptakan sebuah tatanan dunia yang anti diskriminasi, damai, dan berkeadilan," katanya.
(Rizka Diputra)