Cap Teroris AS Terhadap Al-Nusra Dikritik

Wahyu Dwi Anggoro, Jurnalis
Rabu 12 Desember 2012 14:22 WIB
Oposisi Suriah (Foto: Reuters)
Share :

ALEPPO - Kelompok oposisi Suriah mengkritik tindakan Amerika Serikat (AS) yang memasukan Front Al-Nusra, dalam daftar organisasi teroris. Padahal kelompok ini termasuk dalam salah satu faksi oposisi yang bertempur melawan Pemerintah Suriah.

Selain memasukkannya ke dalam daftar teroris, Pemerintah AS juga menuduh al-Nusra sebagai perpanjangan tangan dari kelompok al-Qaeda. Dimasukkannya al-Nusra di dalam daftar teroris bertujuan untuk memperlemah pengaruh faksi tersebut dalam perjuangan kelompok oposisi di Suriah.

“Saat ini AS sama sekali tidak mendukung pejuangan pihak oposisi di Suriah. Tidak hanya menolak memberikan bantuan senjata yang kami butuhkan, sekarang AS juga memasukkan salah satu faksi oposisi ke dalam daftar teroris,” ucap seorang pejuang oposisi Suriah kepada CNN, Rabu (12/12/2012).

“Al-Nusra adalah salah satu faksi oposisi yang dapat berjuang secara efektif dan terorganisir, kami membutuhkan kemampuan al-Nusra tersebut untuk memenangkan konflik dengan rezim Bashar al-Assad,” tambahnya.

AS mengatakan, al-Nusra memiliki hubungan dengan kelompok al-Qaeda di Irak, al-Nusra juga diketahui mendapatkan bantuan dari kelompok Sunni di Irak. AS menemukan aliran bantuan yang memasuki Suriah dari perbatasan yang dimiliki negara itu dengan Irak. Wilayah perbatasan tersebut merupakan wilayah yang dikuasai oleh al-Nusra.

Banyak pihak menyatakan kekhwatiran AS terhadap sepak terjang Al-Nusra di Suriah terlalu berlebihan. Al-Nusra dianggap sebagai kelompok minoritas dalam tubuh oposisi Suriah, pasukan yang dimiliki Al-Nusra dikatakan kurang dari 10 persen dari jumlah keseluruhan pasukan yang ada di pihak oposisi.

“Saat ini reputasi Al-Nusra memang sedang meningkat pesat. Namun jumlah pasukan yang dimiliki oleh Al-Nusra masih mewakili sebagian kecil dari keseluruhan pejuang oposisi yang ada di Suriah,” ujar seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya.

Al-Nusra sendiri sebelumnya telah menunjukkan sikap pertentangannya dengan kelompok oposisi Suriah yang lain. Al-Nusra menolak untuk mengakui Dewan Oposisi Suriah sebagai organisasi payung yang membawahi semua faksi oposisi di Suriah. Al-Nusra menyatakan, perjuangan yang dilakukannya bertujuan untuk mendirikan suatu negara Islam di Suriah.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya