JAKARTA - Bencana alam masih menjadi momok bagi rakyat Indonesia. Faktanya, sepanjang 2012, sebanyak 487 nyawa melayang akibat bencana alam. Jumlah ini masih ditambah ribuan korban luka-luka serta kerugian material lainnya.
Demikian disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Dr Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Kamis (20/12/2012). “Bencana sepanjang tahun 2012 didominasi bencana hidrometologi. Angin puting beliung 259 kejadian, banjir 193 kejadian, dan tanah longsor 138 kejadian,” ujarnya.
Jumlah itu masih ditambah bencana yang masuk dalam kategori geologi. Yaitu, gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung berapi. Kemudian bencana bencana biologi yang meliputi wabah penyakit serta bencana sosial akibat konflik sosial.
“Data sementara, kejadian bencana pada tahun 2012 adalah 730 kejadian yang sebelumnya diperkirakan 1.200 kejadian. Penurunan jumlah ini dipengaruhi faktor alam sehingga tahun ini tidak ada bencana yang besar,” terang Sutopo.
Sutopo menambahkan, pihaknya telah berupaya sekuat tenaga untuk menanggulangi bencana alam serta penanganan paska bencana. Dalam kaitan ini, pemerintah pusat dan BPBD telah menyiapkan dana siap pakai sebesar Rp450 miliar. Sebanyak Rp400 miliar di antaranya sudah didistribusikan ke lebih dari 75 provinsi, kabupaten, dan kota.
Kendati demikian, Sutopo memaparkan hasil riset BNPB terhadap kesiapsiagaan masyarakat dan Pemda dalam menghadapi bencana di 33 Kabupaten/Kota di Indonesia masih relatif rendah. Padahal, bencana banjir, longsor, kebakaran lahan hutan, dan angin puting beliung diprediksi akan mendominasi pada 2013 ini.
(Muhammad Saifullah )