WASHINGTON - Asosiasi Senapan Nasional Amerika Serikat (National Rifle Association/NRA) menyerang balik kritik yang diarahkan kepada pihaknya, setelah insiden penembakan di sekolah dasar di Connecticut 14 Desember lalu. CEO dari NRA terus mendukung upaya mempersenjatai sekolah guna mencegah serangan serupa terjadi.
Menurut CEO NRA Wayne LaPierre, setiap sekolah harus dilengkapi dengan pihak keamanan bersenjata lengkap agar tragedi seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Sandy Hook, di Newton, Connecticut tidak terulang kembali. Masih jelas diingatan, insiden penembakan itu menyababkan 26 jiwa tewas termasuk 20 anak-anak berusia enam hingga delapan tahun.
"Jika memang memanggil pihak berwenang ke sekolah untuk melindungi anak-anak, maka panggil saya orang gila," ujar CEO NRA Wayne LaPierre, di acara "Meet the Press" di stasiun televisi NBC, seperti dikutip ABC, Senin (24/12/2012).
LaPierre dan NRA yang dipimpinnya dikritik keras atas respons mereka usai penembakan di Sandy Hook. Sebelumnya LaPierre dikecam karena menyalahkan media, video game dan industri hiburan di Hollywood, yang telah mempengaruhi penembakan di Sandy Hook. Menurutnya, guna mencegah kejadian ini terulang kembali, maka diperlukan peredaran senjata yang lebih banyak.
Pelobi senjata di Kongres AS itu mengklaim, senjata seperti senapan buru amat diperlukan untuk mencegah aksi kekerasan yang melibatkan senjata. Tetapi sikap ditentang oleh Senator Dianned Feinstein, bermaksud untuk mengajukan proposal pelarangan senjata kepada pihak Kongres. Hal sama sempat dilakukan oleh Feinstein pada 1996 yang menghasilkan aturan pelarangan peredaran senapan serbu, sejak 1996 hingga 2004.
"Saya kira ini adalah aturan yang penuh dengan kebohongan dan saya tidak percaya hal ini akan alasan (penembakan Sandy Hook) ini. Ini semua dibangun atas kebohongan," imbuh LaPierre. Dirinya pun bersikeras agar penggunaan senjata harus diperbanyak agar tragedi tidak lagi terulang dan salah satunya mempersenjatai sekolah.
Beberapa orang senator yang melihat wawancara LaPierre naik pitam dengan ucapannya. "Dia hanya berbicara mempersenjatai orang baik. Bagaimana dengan menghentikan orang jahat untuk mendapatkan senjata," tutur Senator Chuck Schumer.
Sementara Gubernur New Jersey Chris Christie menegaskan, memiliki pasukan bersenjata lengkap di sekitar lingkungan sekolah bukanlah ide baik. Bagi Christie, Amerika harus memikirkan cara lain untuk meningkatkan keamanan di sekolah.
"Saya tidak percaya dengan menempatkan pasukan bersenjata di setiap sekolah. Sekolah adalah tempat belajar, bukan sebuah kamp militer bagi anak. Hal tersebut bukan contoh positif bagi anak-anak," imbuh Christie.
(Fajar Nugraha)