YERUSALEM - Israel memulai proses pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Sekira 942 rumah akan dibagun oleh pihak Israel yang mengundang kontroversi, karena lahan pemukiman itu adalah wilayah yang masuk dalam wilayah negara Palestina merdeka.
Sebuah komite pemerintah Israel memutuskan untuk mempercepat proyek ini dengan meminta kontraktor menyerahkan penawaran tender pembangunan pemukiman tersebut. Setelah penawaran itu selesai, maka proses konstruksi akan dimulai di wilayah Gilo.
Sekira 300 unit perumahan bisa dibangun setelah penawaran selesai. Sekira 40 ribu warga Israel diperkirakan akan bermukim di wilayah Gilo dan tentunya hal ini bisa mempersulit proses perdamaian yang terus direncanakan.
"Kami akan terus membangun dan bermukim di Yerusalem, yang akan menjadi kedaulatan Israel. Pemerintah akan terus memperkuat pembangunan pemukiman," tegas Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, seperti dikutip Associated Press, Rabu (26/12/2012).
Nabil Abur Rdeneh, seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan, pengumuman baru dari Israel ini menjadi garis merah yang bisa memblokir rencanan pembentukan dua negara. Seharusnya, negara Palestina dibentuk bersama dengan Israel.
"Otoritas Palestina akan mengambil berbagai cara untuk merespon hal ini," ujar Abu Rdeneh.
Rencana pembangunan pemukiman ini merupakan bagian dari lebih 5.000 rumah yang akan dibangun oleh Israel di wilayah Yerusalem Timur. Palestina pun tidak mengakui klaim Israel tentang pencaplokan wilayah Palestina di Yerusalem Timur pada 1967. Dunia pun tidak mengakui klaim dari Israel tersebut.
Pembangunan pemukiman di Yerusalem Timur mengundang kecaman dunia internasional. Namun Israel tetap melanjutkan rencana pembangunan tersebut dan terus mengabaikan kecaman yang mengalir kepadanya.
(Fajar Nugraha)