JAKARTA - Lowongnya jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga pasca ditinggalkannya Andi Alifian Mallarangeng, kian menghangatkan konstelasi di tubuh Sekretariat Gabungan (Setgab).
Parpol-parpol pendukung pemerintahan SBY rajin melakukan manuver untuk "merebut" posisi Menpora, sebaliknya Demokrat mengklaim berhak mengisi pos Menpora mengingat jabatan yang ditinggalkan Andi Alifian Mallarangeng adalah "jatah" partai berlambang mercy tersebut.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Ari Junaedi mengatakan agar suasana ketidakpastian politik tidak berlangsung lama dan berpotensi mengganggu kestabilan politik, sebaiknya SBY segera memutuskan pengganti Andi Mallarangeng.
"Harus diakui, sepeninggal Andi Mallarangeng, masalah kepemudaan dan keolahragaan menjadi terlantar. Lihat saja masalah karut marut persepakbolaan kita, sentuhan Menpora sementara Agung Laksono tidak berdampak nyata. Oleh karena itu, SBY harus tetapkan Menpora definitif. SBY jangan tersandera dengan kepentingan Setgab," tutur Ari Junaedi saat dihubungi Okezone, Rabu (2/1/2013).
Menurut Ari, di sisa pemerintahannya, SBY sebaiknya lebih banyak untuk mengabdi pada kepentingan rakyat. "Bukan kepada kepentingan parpol-parpol pendukungnya, apalagi sempat terbetik menawarkan jabatan Menpora ke PDIP,” jelas Ari yang juga mengajar di Pascasarjana Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta dan Universitas Dokter Soetomo, Surabaya ini.
Kata dia, sebaiknya posisi Menpora diisi oleh kalangan profesional dibandingkan dari kalangan parpol. Pasalnya, jika kembali diserahkan ke kader parpol justru akan lebih banyak gagalnya.
“SBY sebaiknya menyerahkan jabatan Menpora ke kalangan profesional mengingat pejabat dari kalangan parpol lebih banyak gagalnya karena tersandera kepentingan kas partai. Saatnya kabinet diisi dengan orang yang mau kerja, bukan dengan pejabat yang berpotensi korup," tandasnya.
(Misbahol Munir)