BONE- Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan bernama Jumridah, harus menahan sakit di salah satu ruang Intalasi Rawat Darurat Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone.
Meski sudah dirawat di rumah sakit, namun Ibu muda asal Desa Congko, Kecamatan Barebbo itu belum diambil tindakan setelah bayinya dinyatan tewas di dalam kandungan sejak lima hari lalu.
Pihak rumah sakit berdalih, belum melakukan tindakan operasi karena masih menunggu pasien tersebut melahirkan secara normal.
Meski pihak rumah sakit telah memberikan suntikan perangsang atau induksi pada pasien tersebut, namun hingga hari kelima belum ada tanda-tanda atau reaksi dari ibu tersebut akan melahirkan secara normal.
Sementara itu, Humas Rumah Sakit Umum Tenriawaru, Ramly Syam, mengaku bahwa salah seorang dokter ahli bedah beberapa hari lalu tidak berada di tempat, namun ada dokter lainnya yang menggantikan.
Ramly membantah jika pihaknya menelantarkan pasien, rumah sakit telah memberikan upaya medis dengan memberikan suntikan peransang pada pasien agar dapat melahirkan normal.
Rumah sakit berjanji, jika dalam waktu dekat pasien belum melahirkan normal, maka pihaknya akan melakukan tindakan operasi.
Ibu pasien, Juherah, menjelaskan anaknya sudah diperiksa kepada bidan desa setelah melihat perut anaknya tidak bergerak. Bidan desa memberikan rujukan ke Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone.
Keluarga pasien berharap, pihak rumah sakit secepatnya melakukan tindakan karena sudah masuk hari kelima.
(Kemas Irawan Nurrachman)