BANDA ACEH- Hujan deras yang mengguyur Aceh sejak kemarin mengakibatkan tiga kabupaten yakni Aceh Besar, Pidie Jaya, dan Bireun banjir. Ratusan rumah terendam dan puluhan di antaranya rusak, namun belum ada korban jiwa.
Tiga kecamatan di Aceh Besar yang diterjang banjir bandang dan luapan sungai dari pegunungan Seulawah adalah Mesjid Raya, Seulimum, dan Lembah Seulawah. Ratusan warga mengungsi sejak malam tadi karena rumahnya terendam.
Desa Beureuneut, Kecamatan Seulimuem, merupakan wilayah terparah yang diterjang banjir. Puluhan rumah rusak dan dua rumah lainnya hilang disapu air bah. Ratusan warga mengungsi ke Poliklinik Desa setempat.
Junaidi, Kepala Kampung Beureuneut mengatakan, ketinggian air menerjang desanya mencapai tiga meter.
"Kami langsung lari ke Polindes saat air mulai naik," kata Junaidi kepada wartawan, Kamis (3/1/2013).
Wakil Bupati Aceh Besar, Syamsul Rizal mengatakan bahwa dari tiga kecamatan melanda banjir, tidak ada korban jiwa, kecuali harta benda.
"Dengan musibah banjir ini, Pemerintah Aceh Besar menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari," ujarnya di sela meninjau lokasi banjir di Beureuneut.
Rizal mengaku, pihaknya sudah menyalurkan bantuan masa panik untuk pengungsi yang rumahnya terendam. Dia berharap banjir ini agar dijadikan pengalaman untuk melakukan mitigasi.
Sementara di Pidie Jaya banjir menerjang desa-desa dalam Kecamatan Ulim, Jangka Buya dan Bandar Dua. Banjir dari luapan sungai Ulim dan Krueng Kiran merendam ratusan rumah sejak dinihari tadi.
Warga yang rumahnya terendam mengungsi ke tempat-tempat ibadah dan rumah familinya.
Zulkifli (30), relawan Tagana di Pidie Jaya, mengatakan, pihaknya langsung ikut membantu mengevakuasi warga ketika air naik.
"Ketinggian air berbeda-beda di beberapa kawasan, ada yang selutut orang dewasa ada yang sampai dada. Air naik deras sejak pukul 02.00 dinihari," katanya.
Sejak siang tadi, warga yang mengungsi mulai kembali seiring surutnya air untuk membersihkan rumahnya.
Selain Pidie Jaya, beberapa kawasan di Kabupaten Bireun juga terendam. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Peudada, setidaknya belasan desa terendam.
Jalan nasional Banda Aceh-Medan di kawasan ikut terendam air sejak dinihari tadi, sehingga sulit dilalui kendaraan. Arus lalu lintas mulai lancar kembali setelah air yang mengenangi badan jalan surut sejak pagi tadi.
Belum diketahui secara pasti kerugian ditimbulkan akibat gempa, namun aktivitas perekonomian masyarakat yang terkena banjir lumpuh total. Banjir ikut mengenangi persawahan. Sejumlah sekolah terpaksa diliburkan karena terendam air.
(Kemas Irawan Nurrachman)