BULUKUMBA - Sedikitnya empat rumah warga di Kelurahan Ela-Ela, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Sulawesi Selatan, roboh diterjang gelombang laut, kemarin. Akibatnya, empat kepala keluarga (KK) tersebut terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarganya.
Sementara enam rumah lainya mengalami rusak ringan berupa dinding belakang jatuh. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, namun kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Jalan Rabat Beton yang berada dipinggir pantai juga terancam putus karena terkikis akibat abrasi sejak beberapa bulan terakhir.
Salah seorang warga Ela-Ela, Muflih menuturkan, kenaikan ombak laut tersebut sudah terjadi beberapa hari lalu, akibat hujan yang mengguyur daerah ini. Namun, puncaknya baru kemarin, sehingga menyebabkan empat rumah warga roboh dan beberapa lainnya mengalami rusak ringan. “Kejadian ini hampir tiap tahun terjadi,” ucap Muflih.
Menurut dia, warga yang terkena gelombang laut tersebut karena jarak rumah dari pinggir pantai hanya beberapa meter saja. Kondisi ini semakin parah dimana hujan terus turun. Sementara tanggul penahan ombak sama sekali tidak ada. “Bantuan berupa makanan ringan sudah ada dari Pemkab Bulukumba. Warga berharap pemerintah memberikan perhatian,” tuturnya.
Muflih berharap kepada Pemkab Bulukumba agar segera membangun tanggul penahan ombak di pinggir pantai ini. Pasalnya, jika tidak segera dibangun, maka ancaman ombak akan terus terjadi khususnya saat musim hujan tiba. “Kami berharap ada perhatian pemerintah dengan membangun tanggul segera. Sebab, kalau dibiarkan tiap tahun akan seperti ini kondisinya,” terangnya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba Nawaling mengaku, pihaknya sudah turun langsung meninjau korban terjangan gelombang laut tersebut. Hanya saja, jumlah bantuan yang sudah diserahkan itu melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Transmigrasi (Dinsosnakertras) Bulukumba.
“Kami dengar ada beberapa lokasi yang terkena ombak, selain di Ela-Ela. Namun, belum ada laporan resmi ke saya,” kata dia.
Nawaling mengemukakan, sementara anggaran untuk pembangunan tanggul di Ela-Ela tersebut, sedang dalam tahap proses negosiasi di pemerintah pusat. Kemungkinan, dalam waktu dekat ini anggaranya sudah turun untuk segera dilakukan tender.
“Yang jelas rencana pembangunan penahan ombak di Ela-Ela sudah diusahakan. Mudah-mudahan tidak ada halangan, dalam waktu dekat sudah turun. Kamu harap warga bersabar,” harapnya.
Dia mengakui, bahwa pembangunan tanggul tersebut memang sudah mendesak untuk segera direalisasikan. Alasanya, hampir tiap tahun air laut selalu naik dan mengancam pemukiman warga setempat karena rumah mereka rusak.
“Perhatian pemerintah selalu ada sebenarnya. Hanya, selama ini belum bisa direalisasikan karena terkendala anggaran. Tapi, mudah-mudahan tahun ini sudah turun,” ujar Nawaling.
(Rizka Diputra)