WASHINGTON – Jenderal John Allen yang tersandung skandal perselingkuhan yang dilakukan mantan ketua CIA, George Petraeus, dinyatakan tidak melanggar etika profesi. Keputusan tersebut dikeluarkan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) setelah memeriksa email yang dikirimkan Allen kepada seorang wanita.
November lalu, Petraeus terungkap menjalin perselingkuhan dengan pengarang biografinya, Paula Broadwell. Petraeus juga disebut-sebut dekat dengan sosialita bernama Jill Kelley yang diketahui juga sering menjalin komunikasi dengan Allen.
Pihak pentagon menyebutkan terdapat sekitar 20.000 hingga 30.000 email yang dikirimkan Allen dengan Kelley sejak 2010 lalu. Data email tersebutlah yang digunakan Pentagon untuk memeriksa apakah Allen juga terlibat dalam skandal perselingkuhan.
“Menhan AS Leon Panetta, puas dengan hasil penyelidikan yang menyebut Allen tidak terbukti melanggar etika profesi. Selama ini ia memiliki kepercayaan penuh kepada Allen,” ujar juru bicara Pentagon George Little, seperti dikutip Guardian, Rabu (23/1/2013).
Allen sendiri saat ini masih memimpin pasukan koalisi NATO di Aghanistan. Namun posisinya itu akan digantikan Jenderal Joseph Dunford pada 10 Februari mendatang.
Skandal yang menjeratnya sempat membuat pemerintah AS mempertimbangkan kembali pencalonan Allen untuk menjadi komandan pasukan NATO di Eropa. Namun saat itu Panetta memutuskan untuk tidak menarik Allen dari Afghanistan setidaknya sampai penyelidikan yang dilakukan Pentagon usai.
(Fajar Nugraha)