BEIJING - Utusan Amerika Serikat (AS) untuk Korea Utara Glyn Davies menyatakan, pemerintahnya telah bersepakat dengan China untuk mengisolasi Korut apabila negara pimpinan Kim Jong-Un meneruskan rencana uji coba nuklirnya. Sebelumnya Korut mengakui bahwa nuklirnya akan digunakan untuk menyerang AS.
“Kami mencapai kesepahaman dengan China bahwa uji coba nuklir Korut akan menghambat rencana untuk menjadikan Semenanjung Korea kawasan yang bebas nuklir. Bebasnya Semenanjung Korea dari senjata nuklir merupakan syarat utama tercapainya perdamaian di kawasan tersebut,” ujar Davies, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (26/1/2013).
Davies sendiri mengeluarkan pernyataan tersebut saat melakukan kunjungan ke Beijing, China untuk menemui pemerintah Negara Tirai Bambu itu. Kedua negara diketahui berusaha mendorong Korut untuk kembali melakukan pembicaraan agar Negara Komunis itu mau menghentikan program nuklirnya.
Kesepakatan antara AS dengan China mengenai isu Korut sebenarnya sangat jarang terjadi. Selama ini China berlaku sebagai sekutu dekat Korut dan kerap melindungi Korut dari sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang diajukan oleh AS.
Namun sikap China terhadap Korut tersebut mulai berubah, khususnya setelah Korut berhasil melakukan uji coba roket pada Desember lalu. China pun menyetujui diberikannya sanksi baru PBB untuk Korut terkait uji coba roket tersebut.
“China meminta semua pihak yang terlibat untuk menahan dirinya masing-masing. Masalah ini harus diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui dialog, dengan begitu kemanan di Semenanjung Korea akan tetap terjaga,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei ketika ditanya mengenai isu nuklir Korut
(Fajar Nugraha)