Share

Wakil Sekjen PBB Berencana Kunjungi Korut Menyusul Peluncuran Rudal Balistik

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Selasa 05 Desember 2017 04:14 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 05 18 1825201 wakil-sekjen-pbb-berencana-kunjungi-korut-menyusul-peluncuran-rudal-balistik-058MGItpdm.jpg Wakil Sekjen PBB Urusan Politik, Jeffrey Feltman. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Wakil Sekertaris Jenderal (Sekjen) Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan politik, Jeffrey Feltman berencana akan mengunjungi Korea Utara (Korut). Kunjungan ini dilaksanakan menyusul uji coba rudal yang kembali dilakukan negeri tertutup itu.

Mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) itu rencananya akan berada di Korut selama 4 hari. Feltman akan berada di Korut mulai hari ini atau Selasa 5 Desember sampai dengan Jumat 8 Desember mendatang. Dalam kunjungannya ini, Feltman dijadwalkan untuk berjumpa dengan beberapa pejabat tinggi Korut.

Pertemuan dengan para petinggi Korut itu akan membahas isu-isu penting terutama tentang rudal yang telah menyebabkan keresahan internasional. Sebagaimana dinukil dari Reuters, Selasa (5/12/2017), pejabat tinggi Korut yang akan ditemui Feltman di antaranya adalah Menteri Luar Negeri, Ri Yong Ho dan Wakil Menteri, Pak Myong Guk.

Pihak PBB menyatakan, kunjungan itu pada dasarnya dilakukan atas undangan lama Korut. "Kunjungan tersebut merupakan tanggapan atas undangan lama dari pihak berwenang di Pyongyang untuk menggelar sebuah dialog mengenai kebijakan PBB. Wakil Sekjen Feltman juga rencananya akan bertemu korps diplomatik, serta mengunjungi lokasi proyek PBB di sana," ujar Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric.

Dujarric menambahkan, undangan kunjungan untuk Feltman dikeluarkan Korut di sela-sela pertemuan tahunan para pemimpin dunia di New York pada Semptember lalu. Undangan ini diketahui baru dikonfirmasi pada pekan lalu. Kunjungan yang dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan si Semenanjung Korea ini diharapkan akan bisa mendinginkan suasana.

Sebagaimana diberitakan, AS dan Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan militer bersama dalam skala besar guna menanggapi rudal Korut. Pyongyang menilai tindakan ini akan mendorong semenanjung Korea ke "ambang perang nuklir". Rusia dan China bahkan meminta latihan militer bersama tersebut dibatalkan agar tak memperkeruh suasana.

Follow Berita Okezone di Google News

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini