Peluncuran Rudal Korut yang kembali Picu Ketegangan, Hariri Dipastikan Tetap Menjabat sebagai PM Lebanon

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Kamis 30 November 2017 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 30 18 1822929 peluncuran-rudal-korut-yang-kembali-picu-ketegangan-hariri-dipastikan-tetap-menjabat-sebagai-pm-lebanon-fDxZiAskl9.jpg Ilustrasi. Peluncuran rudal Korut. (Foto: ABC News)

SITUASI di Semenanjung Korea kembali memanas usai Korea Utara (Korut) kembali menembakkan rudal dan jatuh di wilayah Jepang. Aksi dari Negara tertutup ini dinilai sebagai tindakan provokatif yang langsung memicu reaksi dari dunia internasional.

Sementara situasi di Semenanjung Korea menjadi tegang kembali, situasi di Timur Tengah (Timteng) kini telah berangsur tenang. Sebagaimana diberitakan, situasi di Timteng sempat memanas ketika Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri mengumumkan pengunduran dirinya.

Kini Hariri dilaporkan tetap menjabat menjadi Perdana Menteri Lebanon. Berikut ini ulasan mengenai berita-berita tersebut:

Peluncuran Rudal Korut yang kembali Picu Ketegangan dan Kecaman

Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan rudal balistik setelah vakum selama kurang lebih dua bulan. Rudal tersebut terbang pada ketinggian 4.500 kilometer (km) dan melaju sejauh 960 km sebelum jatuh di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.

BACA JUGA: Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik, Begini Respons Para Pemimpin Dunia

Peluncuran rudal yang kembali memicu ketegangan di Semenanjung Korea ini telah mendapatkan kecaman dari banyak pihak. Beberapa pihak yang langsung menyampaikan kecaman adalah Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), Jepang, Prancis dan bahkan dari Indonesia.

BACA JUGA: Korut Luncurkan Rudal, Dubes Jepang: Ini Waktu yang Tepat untuk Kembali Menekan Pyongyang

Rudal yang kembali diluncurkan ini membuktikan bahwa meski telah dijatuhi sanksi nyatanya Korut tetap keras kepala melanjutkan pengembangan senjatanya. Tak ingin membiarkan Korut bertindak seenaknya, kini negara sekutu seperti Jepang-Korsel-AS tengah memikirkan sebuah solusi untuk menghentikan Korut.

BACA JUGA: Berbicara dengan Presiden China, Trump Janji Beri Sanksi Ekstra ke Korut

Korsel diketahui melakukan peluncuran rudal yang diklaim mampu menghanyam Pyongyang sebagai balasan atas tindakan Korut. Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump menyatakan akan kembali memberikan sanksi kepada Korut saat berbicara dengan Presiden China, Xi Jingping.

Saad al Hariri Tetap Menjadi PM Lebanon

Beralih ke Timur Tengah, hubungan tegang antara Lebanon dan Arab Saudi akhirnya mereda. Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa Saad al Hariri dipastikan tetap menjadi perdana menteri (PM) di negaranya.

BACA JUGA: Presiden Lebanon Pastikan Hariri Tetap Menjadi Perdana Menteri

Keputusan tersebut bisa tercapai usai dilakukan pembicaraan yang membahas semua kekuatan politik, di dalam dan di luar pemerintahan. Pada Senin 27 November, Hariri sendiri telah menyatakan bahwa ia akan tetap menjadi perdana menteri jika sekutu Lebanon di Iran, Hizbullah, menerima kesepakatan untuk menghindari konflik regional.

Sebelumnya, Hariri menyampaikan pengunduran dirinya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi saat dia berada di Arab Saudi pada 4 November. Hal ini menimbulkan ketegangan usai Lebanon menuding Arab Saudi telah mempengaruhi Hariri.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini