Share

Deadline untuk AS Makin Dekat, Korut Tembakkan Dua Rudal ke Laut Jepang

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 28 November 2019 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 28 18 2135640 deadline-untuk-as-makin-dekat-korut-tembakkan-dua-rudal-ke-laut-jepang-6sfRAuYizL.jpg Foto: Reuters.

SEOUL – Setelah jeda selama sebulan, Korea Utara kembali menembakkan dua rudal jarak pendek ke laut lepas pantai timurnya, atau yang juga dikenal sebagai Laut Jepang, pada Kamis. Militer Korea Selatan mengatakan bahwa uji coba itu tampaknya merupakan percobaan terbaru dari beberapa peluncur roket baru.

Uji coba itu dilakukan di saat batas waktu akhir tahun yang diberikan Pyongyang kepada Amerika Serikat untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi yang terhenti, semakin dekat.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan Korut menembakkan dua rudal ke laut dari peluncur di kota pantai timur Yonpo sekitar pukul 5 malam. Menurut JCS, roket-roket itu terbang sejauh hingga 380 kilometer dan mencapai ketinggian 97 km.

BACA JUGA: AS Konfirmasi Korea Utara Tembakkan Beberapa Rudal Balistik

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan peluncuran itu bukan hanya ancaman terhadap Jepang tetapi juga wilayah dan sekitarnya, meskipun kementerian pertahanannya mengatakan proyektil itu tidak memasuki wilayah udara Jepang atau Zona Ekonomi Eksklusifnya.

"Kami akan tetap berhubungan dekat dengan Amerika Serikat, Korea Selatan dan komunitas internasional untuk memantau situasi," kata Abe kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (28/11/2019).

Peluncuran ini adalah yang pertama sejak 31 Oktober, ketika Korea Utara menguji apa yang disebutnya peluncur multi roket super besar, yang juga telah digunakan dalam tes yang dilakukan pada Agustus dan September yang diawasi oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Militer Korea Selatan menyatakan "penyesalan yang kuat" atas uji coba rudal tersebut dan mendesak Korea Utara untuk berhenti memicu ketegangan militer.

"Tindakan seperti itu oleh Korea Utara tidak membantu upaya meredakan ketegangan di semenanjung Korea," kata Direktur Operasi JCS Jeon Dong-jin dalam jumpa pers.

Uji coba itu juga dilakukan sepekan setelah Korea Selatan mundur dari keputusan untuk membatalkan pakta berbagi intelijen dengan Jepang, elemen kunci dari kerja sama keamanan antara sekutu utama AS di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Korut Tembakkan Dua Rudal di Hari Pemakaman Ibunda Presiden Korsel

Kim Jong-un telah menetapkan batas waktu akhir tahun untuk pembicaraan denuklirisasi dengan Washington, tetapi negosiasi telah menemui jalan buntu setelah pertemuan tingkat kerja yang digelar pada 5 Oktober berakhir tanpa kemajuan.

Pejabat Korea Utara telah memperingatkan AS untuk meninggalkan kebijakan bermusuhan terhadap Korea Utara atau Pyongyang akan meninggalkan pembicaraan. Korea Utara menuntut dicabutnya sanksi terhadap negaranya dan pembatalan latihan militer gabungan oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang disebutnya persiapan untuk invasi.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini