Bali Democracy Forum Tolak Ukur Keunggulan Demokrasi RI

Aulia Akbar, Jurnalis
Kamis 31 Januari 2013 15:17 WIB
Dirjen Informasi Diplomasi Publik Kemlu A.M Fachir (Foto: Fajar Nugraha/Okezone)
Share :

JAKARTA - Bali Democracy Forum (BDF) yang digelar di setiap akhir tahun di Indonesia dinilai sebagai salah satu keunggulan Indonesia dalam mendorong demokrasi. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI A.M. Fachir menyebut pertemuan itu sebagai pertemuan yang luar biasa.

"BDF sangat luar biasa. Kehadiran negara-negara observer (peninjau) jauh lebih banyak ketimbang negara peserta," ujar Fachir dalam Rapat Penyampaian Capaian Ditjen IDP, Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (31/1/2012).

Fachir mengatakan pula, pada dasarnya BDF adalah forum untuk negara-negara Asia Pasifik. Namun pada pertemuan BDF yang dilaksanakan pada 2012, banyak negara-negara non Asia Pasifik yang hadir.

Pertemuan di Bali itupun dihadiri oleh Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang saat ini cukuk dikhawatirkan Barat. Fachir pun mengakui, substansi dari pidato Ahmadinejad luar biasa bagus.

"Ketika dia (Ahmadinejad) menyampaikan persentasinya, ternyata luar biasa," imbuhnya.

Fachir mengingatkan kembali tentang BDF 2011 yang pada saat itu masih didominasi oleh isu Revolusi Mesir. Banyak negara-negara Uni Eropa yang menggagas pembentukan kelompok Friends of Egypt, namun Negeri Piramida justru kurang menyambutnya.

Meski demikian, Mesir justru menyambut usulan yang diberikan dengan Indonesia, yang mengajaknya untuk bertukar pengalaman. Pihak-pihak seperti Parpol, LSM serta media-media di Indonesia juga diikut sertakan dalam proses pertukaran pengalaman itu.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya