JAKARTA - Ditempatkan pada posisi pertama dalam rilis survei yang dilakukan Syaiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tak lantas membuat Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung jumawa.
Partai berlambang pohon beringin sejak jauh hari memang sudah mencalonkan ketua umumnya, Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden. Saat ditanya apakah tingginya elektabilitas partai karena Ical, Akbar menyatakan bahwa hasil yang diperoleh partai dalam survei berkat kerja keras semua kader partai.
"Akibat kerja keras kami, jajaran partai, enggak cuma Ical. Di Kabupaten/Kota, DPP, dewan pertimbangan. Itu yang buat partai kita raih tinggi. Kerja keras semua lah. Yang jelas kami bersukur Partai Golkar bisa pada posisi pertama," ujarnya saat ditemui di acara pelantikan majelis nasional KAHMI, JCC, Jakarta Pusat, Selasa (5/2/2013).
Dengan naiknya elektabilitas partai, kata Akbar, secara otomatis juga akan mendongkrak elektabilitas calon presiden yang diusung.
"Karena untuk presiden itu harus naik elektabilitas suara, kalau kursi diatas 20 persen bisa dicalonin presiden. Kami yakini bisa berdampak pada elektabilitas presiden," kata Akbar.
Bicara soal target perolehan suara, Akbar mematok angka yang cukup tinggi. "Kita akan meneruskan kerja keras kami, kami ingin target di atas 30 persen. Karena itu Golkar harus kerja keras, karena itu yang diamanatkan munas," tegasnya.
Berdasarkan survei tersebut, yang mengajukan pertanyaan jika Pemilu dilakukan sekarang, maka siapa yang di pilih itu, posisi pertama ditempati oleh Partai Golkar dengan 21,3 persen, PDI Perjuangan 18,2 persen, Partai Demokrat 8,3 persen, Partai Gerindra 7,2 persen, dan PKB 5,6 persen.
Sedangkan partai baru yakni Partai NasDem memperoleh 5,2 persen, PPP 4,1 persen, PKS 2,7 persen, PAN 1,5 persen, serta partai lain 3,1 persen. Sedangkan 21,4 persen belum menentukan pilihan.
(Rizka Diputra)