Komisi I DPR: UP4B Tak Efektif Selesaikan Konflik Papua

Misbahol Munir, Jurnalis
Jum'at 22 Februari 2013 04:09 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA- Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B) dinilai tak relevan lagi menyelesaikan berbagai permasalah Papua. Termasuk konflik yang terus berkembang di Papua saat ini.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq menyikapi terjadinya penembakan oleh kelompok sipil bersenjata di Papua yang menewaskan delapan anggota TNI.  

Menurutnya, dalam pengamatan dan penilaian Komisi I saat berkunjung ke Papua, UP4B mengalami banyak kendala. Bahkan, lembaga taktis negara itu sudah tidak mampu menjawab persoalan masyarakat.

"Penilaian Komisi I DPR, saat berkunjung ke Papua, UP4B tak efektif dan banyak kendala. Harapan masyarakat terhadap UP4B tidak lagi relevan dan tak lagi banyak berharap," kata Mahfudz, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 21 Februari.

Bahkan, Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang akan dikeluarkan pemerintah masih setengah hati. Sehingga masyarakat tidak yakin otsus itu menjadi jawaban terhadap permasalahan Papua.

"Begitu juga dengan Otsus Papua, ini kan setengah hati karena PP-nya belum keluar," jelasnya.

Menurutnya, semua pihak tak boleh membiarkan kasus tersebut. Untuk itu, agar tidak memakan korban lebih banyak semua elemen baik pemerintah maupun DPR harus segera mencari solusi terbaik untuk Papua.

"Ini harus duduk bareng. Warning-nya adalah, ini mau Pemilu 2014, orang malas urus Papua. Mau sampai kapan nunggu korban?" pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, delapan anggota TNI tewas akibat baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya. 

Mereka adalah Sertu M Udin, Sertu Frans, Sertu Edi, anggota Kodim 1714/PJ. Kemudian, Sertu Ramadhan, Praka Jojo Wiharja, Pratu Mustofa, dari Yonif 753/AVT. Tujuh korban tersebut tewas dalam penghadangan di Distrik Sinag. Dalam penghadangan tersebut satu anggota TNI, Serda Wahyudi, anggota Yonif 753/AVT juga luka dan seorang lainnya hilang.

Seorang anggota Kopassus juga tewas dalam penyerangan di Pos Maleo, Distrik Tinggi Nambut. Korban tewas adalah Pratu Bowo yang tertembak di leher. Satu korban luka adalah, Lettu Reza, Komandan Pos Maleo.

Selain personel TNI, kontak tembak tersebut juga memakan korban empat warga sipil. Namun, identitas mereka belum diketahui.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya