PERISTIWA yang dialami seorang bocah di Yogyakarta yang memutuskan gantung diri menjadi tamparan keras untuk kita semua. Anak berusia 12 tahun sudah bisa memutuskan bunuh diri di umur yang masih sangat kecil, padahal harusnya dia sedang merasa bahagia dengan hidupnya.
Merasa tertekan dengan hidup menjadi dugaan terbesar saat ini terkait peristiwa tersebut. Korban diketahui tidak mudah menceritakan isi hatinya ke siapapun, termasuk orangtua, pun menjadi catatan penting kita bersama.
Baca Juga:
Stunting Sebabkan Imun Anak Buruk
--------------------------------------------
Belajar Online pada Anak Sebabkan Learning Loss
Ya, mereka yang tidak bisa meluapkan emosinya atau yang terlalu menggebu melampiaskannya, perlu mendapat perhatian ekstra. Emosi yang terpendam dalam diri akan memicu ledakan emosi di kemudian hari.
Nah, di artikel ini berdasar laman Kids Health, khususnya para orangtua, penting untuk mengenali si anak apakah ada kecenderungan melakukan bunuh diri.
"Bunuh diri di kalangan remaja sering terjadi setelah peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, seperti masalah di sekolah, putus cinta, kematian orang yang disayang, perceraian orangtua, atau konflik keluarga besar," papar laman tersebut.
(Catur Nugroho Saputra)